PBB – Komisaris jenderal badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Gaza merupakan pengalihan yang tidak efektif dan berbahaya dari kebutuhan mendesak untuk mencabut pengepungan dan memfasilitasi pembukaan penyeberangan darat.
“Penerjunan udara ke Gaza hanyalah pengalihan perhatian dan kedok,” ujar Philippe Lazzarini dalam pernyataan pers pada Sabtu (16/8/2025), memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut “tidak akan menghentikan kelaparan yang semakin parah” di wilayah pesisir yang terkepung tersebut.
Ia menekankan bahwa cara-cara tersebut mahal, tidak efektif, dan bahkan dapat mengakibatkan jatuhnya korban sipil. Ia justru menganjurkan penyaluran bantuan melalui jalur darat, yang menurutnya “lebih mudah, lebih efektif, lebih cepat, lebih aman, dan lebih bermartabat bagi rakyat Gaza.”
Lazzarini mengungkapkan bahwa 6.000 truk bantuan yang berisi pasokan yang sangat dibutuhkan saat ini ditempatkan di Yordania dan Mesir, siap memasuki Gaza segera setelah otorisasi diterima.
Kepala UNRWA juga menyerukan agar pengepungan segera dicabut, semua penyeberangan dibuka, dan badan-badan PBB serta mitra kemanusiaan difasilitasi untuk beroperasi secara bebas di jalur tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya diskusi mengenai pengiriman bantuan melalui udara ke Gaza.
Sebelas orang dilaporkan mengalami luka-luka, karena salah satu palet jatuh langsung ke tenda-tenda di lokasi pengungsian dekat jalan al-Rasheed di bagian utara Jalur Gaza.
Namun orang-orang berhasil mendapatkan beberapa kotak dan paket makanan di palet itu.
Kantor Media Pemerintah Gaza telah mengeluarkan peringatan mengenai bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan mengatakan bahwa lebih dari 100.000 anak-anak, termasuk 40.000 bayi, berisiko mengalami kelaparan yang mengancam jiwa akibat blokade tersebut.
Jumlah kematian keseluruhan akibat kelaparan dan kekurangan gizi saat ini telah mencapai 122, termasuk 83 anak-anak, dan diperkirakan akan meningkat dengan cepat karena pengepungan dan penutupan penyeberangan terus berlanjut.
Sementara itu, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi-organisasi kemanusiaan telah mengeluarkan peringatan kritis yang menunjukkan bahwa makanan terapeutik untuk anak-anak yang menderita kekurangan gizi parah berada di ambang habis, yang membahayakan kehidupan ribuan individu yang paling rentan.
Setidaknya 59.733 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan 144.477 orang lainnya terluka dalam serangan brutal Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Sumber: Presstv.ir