Ternate – Ternate masuk 10 besar kategori kota-kota di Indonesia yang paling intoleran pada tahun 2024. Posisi Kota Ternate persis berada di urutan ke-8 dengan skor 4.370, berada di bawah Kota Makassar di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara, Dr. Adnan Mahmud, Rabu (13/8/2025). Adnan menyampaikan hal tersebut merujuk pada data Setara Institute yang dipublikasikan belum lama ini.
Kata Adnan, penyebab Ternate menjadi salah satu kota paling intoleran bukan dari sikap masyarakatnya selaku penganut agama. Namun, indikator pengukurnya adalah Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belum memuat item-item yang berhubungan dengan kegiatan kerukunan dan toleransi.
“RPJMD di Kota Ternate tidak memuat poin-poin terkait kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Karena ternyata RPJMD menjadi indikator utama dalam menentukan kota intoleransi.,” ucap Adnan.

Berkaitan dengan penobatan kota intoleran itu, FKUB kata Adnan, telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Ternate. Dalam pertemuannya, Adnan telah menyampaikan data kota intoleran yang dipublikasikan Setara Institute.
Dalam pertemuan itu pula, Adnan mendorong Wali Kota Ternate agar dapat memuat poin-poin kerukunan dan toleransi ke dalam dokumen RPJMD. ‘Kami telah meminta RPJMD untuk dievaluasi, mudah-mudahan bisa segera direvisi,” ujarnya.
Adnan menambahkan, untuk membangun ekosistem toleransi yang kokoh, dibutuhkan 3 pilar kepemimpinan. Di antaranya, kepemimpinan politik, kepemimpinan birokrasi, dan kepemimpinan sosial.
1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
2. Kebijakan pemerintah daerah (promotif & diskriminatif)
3. Pernyataan pejabat kunci tentang isu toleransi
4. Tindakan nyata pemerintah tentang isu toleransi
5. Peristiwa intoleransi
6. Dinamika masyarakat sipil
7. Heterogenitas keagamaan penduduk
8. Inklusi sosial keagamaan.