Halmahera Barat – Aktivitas pada Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara masih terus mengalami sejumlah kegempaan. Berdasarkan laporan pengamatan oleh Pos Pengamat Gunung ApI (PGA) Dukono pada Selasa (22/7/2025) mulai pukul 00:00 hingga 24:00 WIT teramati sebanyak 108 kali letusan.
Pengamat Pos PGA Ibu, M. Richard Chaniago mengungkapkan, tinggi kolom abu saat letusan terjadi mulai dari 300 hingga 600 meter diatas puncak berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi dari 100 hingga 200 meter di atas puncak kawah.
“Untuk kegempaan yang terjadi dalam sehari kemarin diantaranya 5 kali gempa Hembusan, 28 kali gempa Tremor Harmonik, 43 kali gempa Low Frekuensi, 144 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 5 kali gempa tektonik lokal dan 25 kali gempa tektonik jauh,” tulis Richard melalui rilis WAG, Rabu (23/7/2025).
Richard mengatakan, saat ini Gunung Ibu berada pada level II (Waspada) maka direkomendasikan kepada masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan, agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),” ucapnya.
Kepada seluruh pihak, kata Richard, agar selalu menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. “Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” katanya.
Richard menambahkan, pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Ibu.
Sumber: RRI Ternate