BERITA REDAKSIDinas Provinsi

Temuan 15 Jenis Beras Oplosan Akan Diuji Labfor

×

Temuan 15 Jenis Beras Oplosan Akan Diuji Labfor

Sebarkan artikel ini
Kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, Yudhitya Wahab saat memberikan keterangan pada wartawan di kantornya di Sofifi, Malut. (Foto: MI/FAKTA)

Ternate – Temuan 15 jenis beras diduga oplosan pada sejumlah ritel modern di Ternate akan segera dilakukan uji laboratorium forensik (labfor). Saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menjalin komunikasi dengan Satgas Pangan Polda Maluku Utara untuk pengujan sampel beras hasil temuan dinas.

“Kami sudah mengambil sampel beras diduga oplosan tersebut. Dan segera segera kami bersama Satgas Pangan Polda untuk sama-sama melakukan uji labfor,” kata kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, Yudhitya Wahab, Selasa (22/7/2025).

Selama proses uji labfor berjalan, Disperindag mengimbau ritel modern untuk tidak memajang sementara jenis beras premium tersebut. Ini agar mencegah sementara masyarakat tidak membeli beras diduga oplosan sebelum hasil uji keluar.

“Kami berharap kepada teman-teman ritel modern di Ternate agar menurunkan dulu beras diduga oplosan itu dari pajangan,” ujar Yudhitya. Uji labfor membuat dinas belum dapat menarik beras dari ritel meski sudah ada rilis jenis beras diduga oplosan.

“Kami berusaha berada di tengah selaku pengambil kebijakan. Ini demi melindungi konsumen dan juga pelaku usaha,” ujarnya.

Perihal temuan beras oplosan ini, Yuidhitya mengaku belum mendapat keluhan langsung dari masyarakat. Namun jika ada, masyarakat diharapkan dapat melapor ke dinas atau institusi hukum yang ada.

“Jika masyarakat ada yang merasa dirugikan, silakan bias melapor ke Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag,” ucapnya. Dia menambahkan, untuk kasus ini secara nasional, Dirjen terkait telah memeriksa pada distributor beras diduga oplosan ini.

‘Dirjen Perlindungan Konsumen dan tata Niaga telah memanggil pemilik dari took-toko ritel. Untuk memberikan klarifikasi sekaligus memberikan teguran agar segera menarik produk beras diduga oplosan itu dari peredaran,” kata Yudhitya.

Sebelumnya, Disperindag Provinsi Maluku Utara menemukan sedikitnya 15 merk beras yang diduga oplosan di sejumlah ritel modern di Kota Ternate. Temuan ini merupakan hasil dari pengawasan intensif tim gabungan Disperindag yang dilakukan menyusul rilis Kementerian Pertanian.

Sumber: RRI Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *