BERITA UTAMAGubernur Malut

Gubernur Sherly Ingatkan Tidak Tebang Mangrove Sembarangan

×

Gubernur Sherly Ingatkan Tidak Tebang Mangrove Sembarangan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda berharap P Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, dan Pangdam Pattimura, melakukan penanaman pohon di Kobe, Halmahera Tengah. (Foto: RRI/KBRN)

Halteng – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan dukungannya atas inisiatif rehabilitasi pesisir yang dilakukan IWIP. Perusahaan menargetkan 1 juta mangrove di lagan selua 200 hektar hingga 2028 mendatang.

“Kami menyambut positif inisiatif ini. Mangrove bukan sekadar pohon, ia adalah talud alami yang menahan abrasi, daunnya menyerap karbon, dan kehadirannya bisa menjadi sumber ekonomi lewat pasar karbon,” ujar Sherly di lokasi penanaman mangrove di Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, Selasa (22/7/2025).

“Jangan tebang mangrove sembarangan, karena kalau rusak, kita semua yang rugi. Mari saling jaga, saling dengar, saling komunikasi demi lingkungan dan budaya yang lestari,” ucapnya.

Program ini bukan sekadar aksi simbolik, melainkan kerja nyata yang melibatkan berbagai pihak pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, hingga komunitas lokal. Sejak dimulai pada 2024, sebanyak 30.000 pohon mangrove telah ditanam. Tahun ini, penanaman ditingkatkan menjadi 220.000 pohon, dan akan terus berlanjut dengan target 250.000 pohon per tahun.

Presiden Direktur IWIP, Kevin He, dalam sambutannya menyampaikan, langkah kecil namun penuh makna. Pembangunan industri harus selaras dengan perlindungan lingkungan dan budaya. IWIP menyadari bahwa setiap aktivitas membawa konsekuensi, sehingga harus dijalankan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Menurutnya, mangrove penting, akar yang menahan abrasi, daun yang menyerap karbon, dan kehadirannya menjaga biodiversitas serta memberi nilai ekonomi. Ia yakin, pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat bukan dua hal yang terpisah. Hari ini kita menjadi bagian dari solusi.

“Ini adalah awal, bukan hanya untuk pohon, tapi juga untuk lingkungan yang lebih lestari dan masyarakat yang lebih berdaya. Terima kasih kepada semua pihak. Apa yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kekuatan bagi generasi mendatang,” kata Kevin.

Di luar upaya pelestarian lingkungan, IWIP juga turut memperhatikan pelestarian budaya lokal. Melalui pembinaan kelompok seni tradisional, IWIP mendorong eksistensi warisan budaya di tengah arus modernisasi. Pada kesempatan tersebut, IWIP menyerahkan bantuan alat musik bambu Tada, alat musik khas Maluku Utara, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian identitas budaya masyarakat.

Diakhir kegiatan, para peserta turut menandatangani papan harapan bertuliskan “1 Juta Mangrove” sebuah simbol komitmen bersama menjaga kelestarian bumi Halmahera.

Kegiatan ini juga dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Pangdam XVI/Pattimura beserta Ibu, serta Forkopimda Malut.

Sumber: RRI Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *