Paskitan – Sumber keamanan dan pemerintah Pakistan mengatakan bahwa sedikitnya 16 tentara tewas dan dua lusin lainnya, termasuk warga sipil, terluka dalam serangan bom di provinsi Khyber-Pakhtunkhwa, barat laut Pakistan.
Terduga pelaku, yang tewas dalam serangan itu, mengendarai kendaraan bermuatan bahan peledak ke unit penjinak bom di Pasar Khadi di kota Mir Ali pada Sabtu pagi, mereka menambahkan.
“Seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke sebuah konvoi militer,” kata seorang pejabat pemerintah setempat, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang berbicara kepada media, kepada AFP.
“Ledakan itu juga menyebabkan atap dua rumah runtuh dan melukai enam anak,” tambah sumber kepolisian setempat.
Serangan itu diklaim oleh kelompok militan Hafiz Gul Bahadur, yang dilaporkan merupakan subdivisi dari kelompok Taliban Pakistan, yang dikatakan terkait dengan kelompok Taliban yang memerintah Afghanistan.
Menyusul penarikan tiba-tiba pasukan Barat yang dipimpin AS dari Afghanistan dan kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan di Kabul setelah jeda dua dekade, Islamabad telah menyaksikan peningkatan kekerasan di wilayah perbatasannya yang berbatasan dengan Afghanistan.
Islamabad menyalahkan Taliban Afghanistan yang berkuasa karena mendukung militan tetangga, yang memungkinkan rekan-rekan mereka di Pakistan menggunakan tanahnya untuk melancarkan serangan balik terhadap warga Pakistan.
Namun, Taliban yang berkuasa di Afghanistan telah menolak tuduhan terhadap pemerintah Kabul yang diajukan oleh Islamabad.
Selama invasi pimpinan AS ke Afghanistan dari Oktober 2001 hingga Agustus 2021, Islamabad memberikan perlindungan kepada pimpinan Taliban Afghanistan.
Namun, sejak Taliban Afghanistan kembali berkuasa di Kabul, ketegangan perbatasan antara kedua pihak mulai meningkat.
Islamabad mengatakan kembalinya kekuasaan Taliban telah diikuti oleh lonjakan serangan bersenjata di wilayah barat Pakistan, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan.
Serangan teroris yang sering menargetkan pejabat pemerintah dan pasukan keamanan Pakistan biasanya diklaim oleh kelompok militan terlarang Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP).
Sumber: Presstv