BERITA UTAMABREAKING NEWSKota Ternate

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Juli Mendatang di Wilayah Maluku Utara

×

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Juli Mendatang di Wilayah Maluku Utara

Sebarkan artikel ini
Suasana Kota Ternate dan Gunung Gamalama, Maluku Utara pada menjelang fajar pada sore hari. (Foto: SUARA TERNATE/FAKTA)

Ternate – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada 26 Juni hingga 2 Juli 2025.

Imbauan ini disampaikan menyusul rilis prospek cuaca dan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate.

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, dalam keterangan tertulisnya mengingatkan seluruh BPBD Kabupaten/Kota agar meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“BPBD di seluruh wilayah diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mempersiapkan sumber daya, serta terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG,” ujar Fehby kepada, Kamis (26/6/2025).

Ia juga menekankan pentingnya pemantauan kondisi lapangan secara berkala dan penyebaran informasi dini mengenai curah hujan, tinggi muka air, serta wilayah-wilayah berpotensi terdampak.

Selain itu, BPBD kabupaten/kota diminta memastikan ketersediaan rambu-rambu dan jalur evakuasi di wilayah rawan bencana.

Fehby juga menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan mengambil langkah antisipatif sejak dini. Beberapa hal yang disarankan antara lain:

  • Mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing,
  • Mewaspadai kemungkinan longsor, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah perbukitan,
  • Menghindari area pepohonan tua atau yang berisiko tumbang,
  • Serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG Sultan Babullah Ternate.

BPBD juga menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam memahami risiko dan mengambil langkah pencegahan akan sangat membantu dalam mengurangi dampak bencana.

“Langkah sederhana namun tepat waktu bisa menyelamatkan banyak nyawa. Kewaspadaan adalah kunci,” kata Fehby.

Sumber: KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *