Teheran – Iran telah membuka kembali wilayah udaranya untuk penerbangan internasional sehari setelah berakhirnya perang agresi Israel-Amerika di negara itu, yang mengganggu aktivitas penerbangan selama hampir dua minggu.
Data yang dirilis oleh Plane Finder, layanan pelacakan penerbangan internasional, menunjukkan bahwa penerbangan yang berasal dari kota-kota seperti Moskow, London, dan Dubai melewati wilayah udara Iran pada hari Rabu (25/6/2025).
Maskapai penerbangan mulai menghindari langit Iran pada 13 Juni, ketika rezim Israel melancarkan agresi yang tidak beralasan terhadap negara tersebut.
Agresi Israel memicu respons sengit dari angkatan bersenjata Iran saat mereka menargetkan berbagai area di wilayah yang diduduki Israel dengan rudal dan pesawat tak berawak, yang menyebabkan gangguan besar pada layanan penerbangan internasional di seluruh kawasan Asia Barat.
Perang 12 hari itu berakhir pada Selasa pagi setelah rezim Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Washington. Iran juga menerima kesepakatan itu.
Namun, otoritas Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa larangan penerbangan domestik dan internasional ke dan dari bandara Iran akan berlanjut hingga Kamis sore waktu setempat.
Seorang juru bicara Kementerian Perhubungan mengatakan keselamatan penumpang dan keamanan rute penerbangan masih menjadi prioritas utama pemerintah Iran.
Hal itu terjadi ketika pejabat di otoritas haji Iran mengatakan bahwa warga negara Iran yang tinggal di Arab Saudi sejak awal Juni, saat mereka selesai melaksanakan ritual haji, akan kembali ke negara itu pada Kamis pagi menggunakan penerbangan dari kota Mekkah di Saudi.
Sumber: Presstv