Teheran – Inilah dia sosok Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Mayor Jenderal Ali Shadmani, yang dinyatakan telah mati syahid beberapa hari setelah mengalami luka-luka dalam serangan Israel, pada Jumat (13/6/2025) pagi.
Dia telah ditunjuk sebagai komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (saw) atas perintah Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menyusul gugurnya Letnan Jenderal Gholamali Rashid dalam agresi teroris Israel pada dini hari tanggal 13 Juni 2025.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya adalah markas besar komando tempur terpadu angkatan bersenjata Iran, yang beroperasi di bawah komando Staf Umum dan bertugas merencanakan dan mengoordinasikan operasi militer gabungan dalam pasukan Iran.
Komandan militer veteran itu terluka parah dalam agresi teroris rezim Israel minggu lalu, yang juga menyebabkan banyak warga biasa Iran menjadi martir.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (25/6/2025), Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan kesyahidannya dan bersumpah untuk membalas darahnya.
“Dengan kehendak dan kekuatan Allah SWT, jalan hidup mujahidin yang teguh ini niscaya akan terus berlanjut dengan kekuatan yang lebih besar di tangan para pejuang Islam yang gagah berani.”
Martir Shadmani, menurut pernyataan itu, “adalah contoh cemerlang seorang komandan yang dibesarkan di sekolah Ashura dan di bawah bimbingan para pemimpin Revolusi Islam.”
Komandan tersebut akan dimakamkan setelah prosesi pemakaman di Teheran pada Sabtu, 28 Juni 2025, bersama rekan-rekannya, menurut markas besar Khatam al-Anbiya.
Dia adalah komandan militer senior Iran terakhir yang tewas dalam agresi Israel yang tidak beralasan, yang dimulai pada tanggal 13 Juni dan berakhir pada Selasa (24/6/2025) pagi.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, panglima tertinggi IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami, komandan divisi kedirgantaraan IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (saw), Mayor Jenderal Gholam-Ali Rashid, termasuk di antara orang lain yang telah mencapai kesyahidan sejak 13 Juni lalu.
Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran melancarkan operasi militer pembalasan berskala besar, True Promise III, yang berlanjut dalam beberapa tahap hingga Selasa pagi, menargetkan dan menghancurkan banyak instalasi militer Israel yang penting dan strategis di wilayah pendudukan.
Pada Selasa (24/6/2025) pagi, rezim yang sedang berjuang itu mengumumkan gencatan senjata sepihak setelah menderita pukulan berat dalam operasi pembalasan Iran, sebagaimana juga diakui oleh para petinggi jenderal militer Israel.
Sumber: Presstv