Ternate, FaktaInvestigasi – Upaya penguatan kesadaran untuk menjaga lingkungan saat ini tengah menjadi upaya dari berbagai pihak. Salah satunya dilakukan oleh FKDAS MKR (Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Moluku Kie Raha) yang mendorong kesadaran tersebut melalui pola ekowisata.
Kegiatan itu sendiri dirangkai di dalam tema “Sosialisasi Penguatan Kesadaran Lingkungan melalui Ekowisata di DAS Dorari Isa” yang berlangsung di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Sabtu (14/6/2025). Penguatan kesadaran tersebut merupakan bagian dari program Baileo FKDAS MKR yang berfokus pada advokasi masyarakat berbasis kolaborasi ikhlas (Babari Ofu).
Ketua harian FKDAS MKR, Hidayah Marasabessy menyampaikan bahwa kesadaran yang kuat perlu dimiliki masyarakat Pulau Hiri. Kesadaran itu berkaitan dengan persoalan lingkungan yang kompleks antara lain ketahanan terhadap bencana baik secara geologis dan hidrometrologis.
“Masyarakat Pulau Hiri harus sadar bahwa di samping potensi SDA yang ada di sisi lain ketahanan terhadap bencana geologis dan hidrometrologis terutama akibat perubahan iklim patut menjadi perhatian,” ucap Hidayah yang juga merupakan akademisi Universitas Khairun tersebut.

(Foto: FKDAS MKR)
Salah satu narasumber dalam sosialisasi penguatan kesadaran lingkungan, pelaku ekowisata di Pulo Tareba, Junaedi Abbas memberi pandangannya. Ia menekankan pentingnya kesiapan komunitas dalam mengelola potensi alam secara sadar.
“Ekowisata adalah bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, kesadaran akan hal itu harus lahir dari masyarakat itu sendiri,” ucap salah satu perintis konsep ekowisata di Pulau Ternate ini.
Narasumber lain, Andy Kurniawan yang merupakan koordinator program studi kehutanan Unkhair menyorot peran ekowisata. “Ekowisata dapat menjadi alat untuk membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi,” katanya.
Perwakilan BPDAS Ake Malamo, Arbain Mahmud juga ikut serta memberikan pandangannya dalam pengembangan ekowisata. Ia menyampaikan bahwa ekowisata perlu didukung oleh kesadaran dan gerakan literasi lestari (literasi yang mendorong kepedulian ekologis).
Salah satu perwakilan masyarakat Pulau Hiri yang menjadi peserta sosialisasi memberikan apresiasi terhadap kegiatan kesadaran lingkungan. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini, sebagai warga Kecamatan Pulau Hiri, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya air di Pulau Hiri,” ujar Dahlan Toniku, Ketua Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku.
Selain pandangan dan apresiasi, salah satu pemuda Pulau Hiri memberi catatan kritisnya atas ketidakhadiran perwakilan OPD (organisasi perangkat daerah) Kota Ternate. “Satu catatan yang kiranya perlu dalam setiap kegiatan edukasi seperti ini adalah belum pernah hadirnya perwakilan OPD Kota Ternate untuk bersama saling berbagi dalam setiap event seperti ini,” ungkap Suryadi, ketua komunitas Baru Ma Adu Pulau Hiri.
Kegiatan sosialisasi dihadiri Camat Pulau Hiri, Lurah Dorari Isa, Lurah Togolobe, Kepala KPH Ternate-Tidore, BPDAS Ake Malamo. Selain itu akademisi program studi kehutanan Unkhair dan perwakilan Yayasan Small Shelter Island, mahasiswa, pelajar, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
KBRN