Ternate, FaktaInvestigasi – Hutan yang terjaga kelestariannya akan memiliki manfaat lebih banyak bagi masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Ojom Somantri, Kepala Balai PS (Perhutanan Sosial) Ambon, di Ternate, Maluku Utara, Kamis (19/6/2025).
“Banyak riset yang menjelaskan bahwa manfaat hutan dari hasil kayu kurang lebih hanya 10 persen jadi berarti lebih besar potensi hutan dari hasil hutan bukan kayu (HHBK),” ucapnya.
Ojom juga menyampaikan nilai ekonomi yang tinggi dari hutan yang masih terjaga seperti air, oksigen, jasa lingkungan hingga perdagangan karbon.
“Sekarang ini ada kompensasi karbon jadi bagi negara – negara yang menghasilkan emisi akan memberi kompensasi kepada wilayah atau negara yang melestarikan hutan dan lingkungannya,” kata Ojom.
Dengan manfaat besar itu Ojom menyampaikan pesan agar masyarakat menjaga kelestarian hutan karena memiliki potensi ekonomis yang besar.
“Harapannya agar masyarakat tidak lagi berorientasi kepada hasil kayu dari hutan karena HHBK memiliki potensi yang besar tinggal bagaimana kita dapat menggali potensi itu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa potensi HHBK tidak akan diperoleh jika hutan sudah tidak lagi lestari.
“Kalo hutannya sudah gundul ya tidak dapat (potensi HHBK) oleh karena itu kita tetap menjaga hutan, menanam pohon sehingga dapat memperoleh manfaat dari hutan yang lestari,” ucap Ojom.
KBRN