Halut – Bawaslu Halmahera Utara (Halut) menggelar Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA dalam mewujudkan Pilkada Halut yang Demokrasi. Paslon SEHATI Stefi-Aziz menyatakan menolak politik uang dan isu SARA, karena merusak sistem Pemerintahan dan menimbulkan masalah sosial masyarakat, Senin (21/10/2024).
Terjadinya peningkatan kesenjangan sosial seperti meningkatnya kemiskinan Masyarakat saat ini tidak terlepas dari praktek-praktek politik uang yang dijadikan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Praktek politik uang adalah cara memiskinkan masyarakat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kami paslon SEHATI nomor urut 3 dalam setiap kampanye selalu memberikan pendidikan politik salah satunya adalah menolak politik uang,” jelasnya Calon Bupati nomor urut 3 Stefi Pasimanyeku.
Hal senada juga disampaikan oleh Calon Wakil Bupati nomor urut 3 Abdul Aziz Hakim. Menurutnya, Salah satu hal yang merusak Demokrasi dalam pemilu dan sistem Pemerintahan di Daerah kita saat ini adalah politik uang.
“Oleh karena itu, kami Paslon nomor urut 3 SEHATI, dari awal telah berkomitmen untuk menolak praktek politik uang dan isu sara dalam kontestasi pilkada 2024. Karena hal ini akan merusak sistem pemerintahan daerah. Maka, menuju Pemerintahan baru Halmahera Utara untuk saat ini adalah menolak politik uang dan isu sara,”
Politik uang juga memicu korupsi dan praktik politik yang tidak etis. Para politisi yang mencari pendanaan besar-besaran sering kali terjebak dalam jaringan korupsi dan menawarkan konsesi yang tidak bermanfaat bagi kepentingan publik hanya untuk mendapatkan dukungan finansial.
“Praktek politik uang juga mengganggu kebijakan publik yang seharusnya berorientasi pada kepentingan rakyat. Politisi yang terikat dengan pendanaan khusus cenderung membuat keputusan yang menguntungkan kepentingan kelompok yang membiayai mereka, bukan kepentingan umum,” Ucap Aziz. (Yeri)