Ternate, Fakta – Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan lokasi pengungsian untuk korban banjir Rua berada di SMK Negeri 4, sementara posko evakuasi di SD Rua.
Bantuan untuk pengungsi mulai di distribusikan baik dari pemerintah daerah maupun sumbangan dari berbagai pihak berupa sandang dan pangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengungkapkan kerusakan material akibat banjir telah mencatat 10 unit rumah mengalami rusak berat.
“Hingga saat ini, upaya penanganan di lokasi bencana terus dilakukan,” ucap Muhari.
Upaya penanganan di lokasi bencana terus dilakukan dengan cepat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk mengevakuasi korban dan menilai dampak bencana.
BPBD Kota Ternate juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Maluku Utara untuk mempercepat respons dan penanganan di lapangan.
Dinas Sosial Provinsi Malut sendiri sore tadi telah mendustribusikan kebutuhan pengungsi berupa Kasur, Selimut, Makanan Siap Saji, dan Makanan Balita.
“Sudah kami drop ke titik pengungsian yang ditetapkan di SMK Negeri 4 Ternate,” kata Plt. Kadinsos Zen Kasim usai pertemuan dengan Pj. Sekda.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Kota Ternate dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghadapi potensi banjir susulan.
AD/RRI