Jabodetabek

Sosok WR Supratman di Mata Purn Untung: Sangat Fenomenal

×

Sosok WR Supratman di Mata Purn Untung: Sangat Fenomenal

Sebarkan artikel ini
Laksda TNI Purn Untung Suropati di acara 'Sarasehan Mengenali Kembali Tujuan dan Filosofi Bernegara dalam Lagu-Lagu WR Supratman', Sabtu (17/8/2024). (Foto: Screnshot Youtube/RRI/Fakta)

Jakarta, Fakta – Laksda TNI Purn Untung Suropati menyebut visi kebangsaan Wage Rudolf (WR) Supratman mengandung filosofi yang agung bagi bangsa ini. Menurutnya, spirit jiwa patriot WR Supratman kepada leluhurnya yaitu Bumi Nusantara begitu besar.

Demikian disampaikan Untung dalam ‘Sarasehan Mengenali Kembali Tujuan dan Filosofi Bernegara dalam Lagu-Lagu WR Supratman’, Sabtu (17/8/2024). WR Supratman merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya”, seorang pahlawan nasional, yang tanggal lahirnya, 9 Maret, ditetapkan sebagai “Hari Musik Nasional”.

“Ini buat saya ini sangat fenomenal, di usia kurang dari 30, menciptakan lagu itu pada saat 1926 atau 2 tahun sebelum Sumpah Pemuda,” kata Untung. “Artinya, ketika itu dia mungkin usianya baru kira-kira 23-an tahun, seorang pemuda dengan usia sangat muda tapi sudah ada bayangan yang sangat visioner,” ujarnya.

WR Supratman, kata dia, mampu mengekspresikan kecintaannya kepada bangsa dalam bentuk lirik atau syair lagu yang luar biasa. “Ini buat saya sangat luar biasa, yang mengandung filosofi yang agung untuk bangsa ini,” ucapnya.

“Memang usianya tidak panjang, beliau hanya hidup sekitar 35 tahun, karena lahir di tahun 1903. Kemudian meninggal 1938, tepat di tanggal 17 Agustus, tapi ini orang luar biasa hebat,” kata Untung.

Menurutnya, yang menarik dari WR Supratman adalah ia lahir dan sempat dibesarkan dalam keluarga sipil murni. “Ayah dan ibunya sipil ketika dia lahir dan kemudian dibesarkan atau sempai dididik di keluarga militer atau KNIL,” ucapnya.

Namun, lanjutnya, ketika dia dibesarkan di keluarga militer tapi justru spirit atau jiwa, patriotisme itu malah tumbuh. Alih-alih dia membela korps atau satuan dari orang tuanya dalam Belanda, tetapi dia justru berpihak kepada leluhurnya yaitu Bumi Nusantara atau yang kita kenal sekarang sebagai NKRI.

“Jadi ini tantangan buat kita, para pendahulu kita di usia yang seperti itu sudah sangat patriotik ya, punya pikiran-pikiran visioner. Sangat tidak patut lah atau tidak layak kalau generasi muda sekarang ini terlalu jauh jaraknya,” ujar Untung.

AD/RRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *