Kota Ternate

Produksi Ikan di Perikanan Ternate Capai 3.000 Ton

×

Produksi Ikan di Perikanan Ternate Capai 3.000 Ton

Sebarkan artikel ini
Pendaratan ikan di PPN Ternate beberapa waktu lalu. (Foto: Humas PPN Ternate/RRI/Fakta)

Ternate, Fakta – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate mencatat jumlah produksi pendaratan ikan di wilayahnya sampai saat ini mencapai 3.000 ton. Nilai produksi dari hasil pendaratan ikan itu pun sebesar lebih dari Rp80 miliar.

“Dari Januari 2024 sampai saat ini total sudah 3.000 ton ikan yang didaratkan di PPN Ternate”, kata Kepala PPN Ternate, Kamarudin, Rabu (14/8/2024).

Dia merincikan rata-rata pendaratan ikan di PPN Ternate per hari yaitu sebanyak 13 ton. Didominasi ikan cakalang, tuna dan ikan layang.

“Dan setiap bulan ada peningkatan. Terakhir pada bulan Juli kemarin kita mencapai 500 ton ikan yang didaratkan dalam sebulan”, ujarnya.

Menurut Kamarudin, melihat pada periode yang sama tahun 2023, jumlah pendaratan ikan tahun ini terbilang meningkat. Hal ini dapat dilihat dari total keseluruhan pendaratan ikan tahun lalu hanya sebesar 3.800 ton sepanjang tahun.

Sementara saat ini, belum genap setahun, total produksi ikan yang telah didaratkan PPN Ternate sudah mencapai angka 3.000 ton.

PPN Ternate sendiri kata Kamarudin, menargetkan produksi ikan tahun ini di angka 4.000 ton. Ia pun optimis target tersebut dapat dicapai bila melihat tren bulanan pendaratan ikan di PPN Ternate.

“Jadi kita lihat dari Januari sampai sekarang. Jika tren ini bisa bertahan sampai dengan Desember insyaallah kita bisa mencapai produksi sekitar ikan sekitar 4.500 ton”, ucapnya.

Dia mengungkapkan, banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan jumlah pendaratan ikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dua di antara faktor itu yakni kondisi cuaca yang mendukung dan banyak beroperasinya kapal penangkap ikan baru.

“Dari segi cuaca tahun ini cuacanya mendukung untuk kegiatan penangkapan ikan dibanding tahun kemarin. Dan juga ada kapal-kapal baru yang dibangun dan beroperasi tahun ini”, ujarnya.

“Yang tadinya (kapalnya) mangkrak karena mungkin faktor usaha, sekarang ini sudah banyak yang aktif kembali melakukan penangkapan”,

AD/RRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *