Ternate, FaktaInvestigasi – Ikatan Pemuda Pulau Desa Rawajaya Kecamatan Tobelo, Maluku Utara akan menggelar event “Pulo Tulang Fest 2024” 20-21 Juli mendatang.
Kegiatan sendiri berlangsung di Pulo Tulang dengan tema “Eksplorasi Sumber Daya Masyarakat Pesisir dalam Upaya Penyelamatan Pulau-pulau Kecil”. Maksud digelarnya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi bahaya limbah sampah plastik terhadap ekosistem darat dan laut.
Ketua Panitia, Fahri Lolahi mengatakan berbagai item kegiatan akan ditampilkan dalam event ini. Mulai dari tarian budaya, pameran lukisan hingga daur ulang sampah plastik.
“Seperti menampilkan Kabata dan Sastra Salumbe yang merupakan nyanyian pujian Bahasa Tobelo orang pulau terhadap laut. Dan Tarian Perang Cakalele, termasuk pameran lukisan,” ujar Fahri, seperti dilaporkan oleh media online rri.ci.id, Senin (15/7/2024).
Di antara kegiatan dalam event ini nantinya, akan ada semacam simulasi pengolahan limbah hingga diadakannya workshop.
“Dan simulasi alat reus pengolahan limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak atau metode fereosis. Dan workshop karya seni menggunakan bahan dasar limbah sampah plastik dan masih banyak lagi”, katanya, menambahkan.
Tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi pemuda antarpulau dan memberikan edukasi terkait bahaya limbah. Serta dampak reklamasi pantai terhadap masyarakat pesisir.
“Bagi kami penanganan sampah ini penting karena harus diketahui publik. Karena bahaya sampah plastik bukan hanya mengancam ekosistem laut tetapi berdampak pada manusia,” ujarnya.
Lewat kegiatan ini, kata Fahri, diharapkan masyarakat semakin bijak memilah sampah dan mampu mendaur ulang sampah-sampah yang ada.
“Adanya Pulo Tulang Fest, diharapkan bisa terbangun sebuah front ikatan pemuda pulau yang lebih kuat. Untuk bersama-sama dalam upaya melindungi dan menjaga yang tersisa, seperti pesan para leluhur dahulu,” kata Fahri, mengakhiri.
AD/RRI