Halut – Hasil Uji Laboratoriun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Utara (Halut) pada air limbah industri PT.NICO yang keluar mengarah ke laut yang di anggap beracun dan membahayakan Lingkungan Hidup dan Masyarakat Lingkar Industri Kecamatan Tobelo Selatan, melalui video viral beberapa hari lalu, ternyata tidak mengandung racun kimia.
Hal itu disampaikan pihak Dinas Lingkungan Hidup melalui rapat bersama dengan Pihak manajemen PT Nico, melibatkan Pemerintah Kecamatan Tobelo Selatan, Pemerintah Desa Kupa Kupa dan Kupa kupa Selatan Tokoh Adat, dan tokoh masyarakat, secara langsung bertempat di ruang pertemuan DLH Halut. Selasa (02/07/2024).
Ketua adat Desa Kupa-kupa Polikarpus Tamaheang dalam wawancara eksklusif usai rapat menyampaikan bahwa Kami sebagai orang tua tua harus bekerja keras sampaikan kepada kepada masyarakat bahwa hal tersebut tidak benar.
![]()
Pihak perusahaan harus melakukan teguran agar kegiatan seperti ini tidak dilakukan terus menerus dan kali ini merupakan kali yang terakhir dan kedepannya tidak dilaksanakan lagi,”Ucapnya”.
Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua adat Desa Kupa kupa Maharyono Tongo Tongo selatan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu sangat rawan dan membahayakan, karena membuat keresahan pada warga.
dan itu merupakan suatu kejahatan karena berita atau informasi itu tidak benar.
Kehadiran Kami pada tempat ini merupakan perwakilan dari masyarakat, ketika pulng dapat menyampaikan kebenaran kepada warga masyarakat”Ujarnya”.
Selain itu, Kepala Desa Kupa kupa Novi Hayangua mengatakan bahwa kehadiran PT NICO ini merupakan suatu berkat bagi Masyarakat di Halmahera Utara terkhusus masyarakat lingkar industri.
Untuk itu mewakili Pemerintah Desa Kupa Kupa dan masyarakat Desa Kupa Kupa ijinkan apa yang telah disampaikan oleh Dinas DLH terkait video viral bahwa tidak ada dampaknya kepada masyarakat, bahwa Aer yang dikeluarkan tidak beracun, untuk dapat disampaikan kepada masyarakat,”Ujarnya”.
Tak hanya itu, hal yang sama juga diutarakan oleh Kades kupa kupa Selatan Aris R.Hayangua mengatakan bahwa selaku Pemdes, Kami sangat peduli dengan kehadiran PT.NICO, jadi jangan menyebarkan berita hoax kepada masyarakat untuk memusuhi PT. NICO.
“Kami sebagai pemerintah Desa Kami punya tugas di Desa untuk menenangkan masyarakat Jika ada terjadi hal seperti ini” bilang Kepala Desa.
Melalui rapat ini, kami sampaikan kepada pihak perusahaan untuk jaga ekosistem lingkungan sehingga masyarakat yang mata pencaharian nelayan mereka dapat melaut
Dia juga mengatakan melalui rapat ini dengan penjelasan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup, kami dapat sampaikan kepada masyarakat, bahwa apa yang masyarakat takutkan itu tidak terbukti Kebenarannya,”Tuturnya”.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dengan berita yang viral melalui video itu bahwa informasi itu tidak benar atau hoax,” pintanya Kades.
Sementara Ketua BPD Desa Kupa Kupa bapak Jonis Kaibi mengatakan bahwa kami mengapresiasi tindakan cepat yang dilaksanakan oleh Dinas lingkungan hidup, Karena secara cepat menangani persoalan ini.
Akhir dari rapat ini Kami minta semacam surat dari Dinas DLH untuk dapat diberikan kepada dua Pemerintah Desa dan kedua Gereja yang menerangkan bahwa terkait video viral tidak mengandung bahan kimia dan tidak berdampak kepada masyarakat. Tuturnya
Senada dengan Hal tersebut Ketua
Jemaat Betel Desa Kupa Kupa bapak Jenfrits Hopaya mengharapkan kepada Pihak DLH untuk dapat turun langsung dan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebenaran dari Video Viral tersebut, dengan tujuan untuk menjawab keresahan ditengah masyarakat,”Pintahnya”. (Yeri)