JabodetabekLiputan Haji 2026

Keterlambatan Jemaah Haji, Kemenag Protes Maskapai Garuda Karena ‘Delay’ Lima Jam

×

Keterlambatan Jemaah Haji, Kemenag Protes Maskapai Garuda Karena ‘Delay’ Lima Jam

Sebarkan artikel ini
Salah satu Jamaah haji Indonesia saat dilayani petugas Maskapai Garuda untuk naik di dalam pesawat. (FOTO: HUMAS GARUDA/FAKTA)

JAKARTA, FAKTA – Garuda Indonesia mengalami keterlambatan (delay) selama lima jam saat memulangkan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air. Alhasil, Kementerian Agama (Kemenag) langsung melayangkan protes kepada maskapai plat merah tersebut.

 

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Saiful Mujab mengatatakan, ‘delay’ lima jam itu menimpa jemaah kelompok terbang (kloter) 2. Mereka tergabung dalam Debarkasi Kualanamu (KNO-02).

 

“Delay lama seperti ini sangat mengecewakan jemaah haji Indonesia. Apalagi mereka juga lelah setelah menempuh perjalanan dari Mekkah ke Madinah,” ujarnya, Selasa (25/06/2024).

 

Penerbangan KNO-02 yang seharusnya berangkat pukul 11.00 waktu Arab Saudi itu tinggal landas. Tepatnya dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah dan jemaah sudah berangkat dari hotel sejak pukul 05.20.

 

“Namun setelah tiba di Bandara Madinah, Garuda Indonesia mengubah jadwal penerbangan pukul 13.45 waktu Arab Saudi. Saya harap Garuda Indonesia lebih profesional, bertanggung jawab, dan kejadian ini tidak terulang,” katanya.

 

Saiful juga menegaskan, perubahan jadwal itu berlangsung sampai tiga kali. Perubahan kedua pukul 15.45 waktu setempat, kemudian kembali berubah pukul 16.33 waktu setempat.

 

“Kalau dihitung, keterlambatan keberangkatan terjadi dari 11.20-16.33 waktu setempat. Ada delay 5 jam 13 menit dan Garuda Indonesia tidak memberikan kompensasi apa pun kepada jemaah haji,” ucapnya.

 

Terpisah, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia beralasan keterlambatan pertama terjadi karena adanya larangan terbang disebabkan suhu panas pada runway Bandara Madinah.

 

Sementara, lanjutnya, keterlambatan kedua karena adanya pengecekan bodi pesawat yang penyok saat mendarat di Madinah. “Kami memohon maaf karena ada kendala teknis, ini bukan unsur kesengajaan dan yang kami inginkan tetap yang terbaik,” ujarnya.

 

AD/KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *