MADINAH, FAKTA – Pos Kesehatan Haji Indonesia di Arafah menyatakan pihaknya telah merawat ratusan jemaah. Ini hingga penutupan pos tersebut pada Sabtu (15/6/2024), pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kepala Seksi Kesehatan Bandara, Muhammad Firdaus mengatakan bahwa serangan panas atau ‘heatstroke’ menjadi penyebab terbanyak pasien mengunjungi Pos Kesehatan. Selain itu pneumonia, yakni penyakit yang paling sering menyebabkan jemaah dirujuk ke rumah sakit.
“Sebanyak 11 pasien dirujuk ke rumah sakit, yakni 7 pasien ke RS East Arafah dan 4 pasien ke RS Mina Al Wadi, sementara itu, tiga orang haji wafat. Adapun pasien wafat tidak di Pos Kesehatan, melainkan di tenda atau saat turun dari bus,” kata Firdaus dalam keterangannya yang diterima, Rabu (19/6/2024).
Firdaus mengatakan bahwa pada hari pertama Pos Kesehatan Haji Arafah melayani 50 pasien. Di mana banyak yang mengalami penurunan kesadaran, kemudian dirujuk ke RS East Arafah.
Dia menjelaskan bahwa cuaca panas terik dengan temperatur 43 derajat dan kelembaban rendah berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Seperti dehidrasi, masalah pernapasan, gangguan mental, hingga serangan panas.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Lilik Marhaendro Susilo menyatakan saat ini kualitas kesehatan jemaah mulai menurun. “Kelelahan saat perjalanan dari Makkah ke Arafah dalam cuaca panas, turun dari bus ke tenda dengan suhu panas, dan kondisi kurang prima memperburuk kondisi kesehatan jamaah,” ujarnya.
“Kami menyarankan jemaah di Arafah untuk memperbanyak itikaf dalam tenda sesuai sunnah. Lalu menjaga pola makan dan minum, serta tidak lupa minum oralit untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas dan kering,” ucapnya mengakhiri.
KBRN/AD