Liputan Haji 2026

Kota Mekkah Diguyur Hujan, Jemaah Haji Gembira, Berdoa dan Mengucap Syukur

×

Kota Mekkah Diguyur Hujan, Jemaah Haji Gembira, Berdoa dan Mengucap Syukur

Sebarkan artikel ini
Suasana di dekat tenda-tenda di Mina saat hujan mengguyur Kota Makkah, Senin (17/6/2024). (ANTARA/KBRN/FAKTA)

MAKKAH, FAKTA – Kota Makkah Al Mukarramah akhirnya diguyur hujan, Senin (17/6/2024). Hujan turun sekitar pukul 16.00 WAS, di kawasan Mina dan sekitanya.

Sontak jamaah yang tengah berada di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah langsung merayakannya dengan suka cita. Tak sedikit mereka yang langsung memanjatkan doa dan mengucap bersyukur.

Jamaah pun yang berada di tenda-tenda Mina langsung berlarian keluar dan mereka yang sebelumnya berjalan di tengah terik matahari langsung terdiam, serta membiarkan rintik-rintik hujan menghantam muka mereka.

Hujan berlangsung sekitar 15 menit dengan intensitas rendah. Kendati demikian, hujan membuat suhu luar ruangan menjadi tak begitu panas.

Sebelumnya, suhu sempat menyentuh angka 46 derajat Celcius. Bahkan, jemaah sempat dibuat khawatir, karena sebelumnya ada peringatan cuaca panas ekstrem akan berlangsung pada Senin siang waktu Arab Saudi.

“Alhamdulillah, senang banget, doa terkabul, (padahal) tadi ada peringatan enggak boleh keluar karena cuaca panas. Tapi Allah langsung mengirimkan hujan,” ujar salah satu petugas haji Indonesia, Hikmah Romalina, di Makkah, Senin (17/6/2024).

Saat mendengar suara gemercik hujan, Hikmah bersama petugas haji lain yang saat itu berkumpul di hotel langsung turun. Mereka ke luar ruangan dan mengabadikan suasana Kota Makkah kala diguyur hujan.

​​Kebahagiaan Hikmah juga dirasakan oleh petugas haji lain, Henri Lukmanul Hakim. Ia langsung pergi ke luar hotel dan mengabadikan suasana kota saat diguyur hujan.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa merasakan hujan di Kota Suci. Jawaban dari doa-doa kita saat ada info gelombang panas,” katanya seperti dikutip antara.

Sebelumnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jamaah Indonesia untuk melontar jumrah pada sore hari. Atau setelah pukul 16.00 waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas.

“Merujuk pada imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kami meminta jamaah untuk tidak melontar jumrah sebelum pukul 16.00 waktu Arab Saudi,” kata Staf Khusus bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo.

Menurut Wibowo, imbauan ini dikeluarkan mengingat suhu yang tinggi. Serta untuk menghindari tekanan panas atau heat stroke bagi jamaah.

AAD/KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *