MAKKAH, FAKTA – Sebanyak 200 kuota jemaah haji khusus tahun ini tidak terserap. Jumlah ini dari total kuota 27.620 haji khusus, sampai sehari menjelang pelaksanaan puncak haji wukuf di Arafah.
Hal ini berbeda dengan kuota jemaah haji reguler sebesar 213.320 yang terserap yakni 100 persen. Jemaah haji khusus tahun ini dikelola empat user atau konsorsium Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dibawa Syarikah Masyariq.
Di mana, Amphuri sebanyak tiga ribu sekian jemaah, EBAD sebanyak dua ribuan, HIMPUH seribu lebih, dan sisanya MKU (Kasturi dan Aspurindo) sebanyak tiga ribuan jemaah. Sementara, sisanya lagi dikelola konsorsium dari syarikat Duyuful Bait dan Rawah Mina.
Sekjen Asphurindo Muhammad Iqbal Muhajir mengatakan, tidak bisa memastikan total jumlah haji khusus yang dikelola para konsorsium. “Haji reguler sudah sampai nol persen,” kata Iqbal.
“Namun, kami mengalami kendala di haji khusus, masih tersisa sekitar 200 kuota, tentunya ini kami semua berupaya untuk menghabiskan. Namun kendala pesawat, izin terbang, kemarin kami sudah mencoba,”.
Masalah teknis pemberangkatan memang menjadi kendala bagi PIHK. Mereka berkeinginan menghabiskan sisa kuota tersebut, namun terkendala izin sampai 13 Juni 2024.
“Tanggal 13 Juni sudah tidak terkejar sehingga tidak bisa dihabiskan. Namun sebenarnya untuk pendaftarannya itu sudah lunas semua, tapi secara pemisahan saja masalahnya,” ujarnya.
“Jadi ada yang lunas tunda, kami coba ganti lagi. Namun, izin terbang dan kesiapan hotel di sini semua pakai sistem E-Haj jadi tak terkejar,” katanya.
Menurutnya, E-Haj sekarang berbeda. Di mana, saat ini harus ditambah kuota, baru bisa jalin kontrak.
“Kalau tahun lalu kita bisa kontrak sebanyak mungkin baru kita bisa pemisahan,” ujar Iqbal. Jadi, kendala utama tidak terserapnya kuota haji khusus ini karena pertama masalah penerbangan.
Ketua Amphuri Firman M Mur mengatakan, sudah memastikan kesiapan tenda di Mina untuk pelaksanaan Tarwiyah. Kemudian, pelaksanaan ibadah di Arafah pada Sabtu (15/6/2024) atau 9 Zulhijjah.
Tenda jemaah haji khusus juga sudah disiapkan oleh Masyariq. “Kami melihat bahwasannya Masyariq bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan pelayanan ibadah haji tahun ini,” ujarnya.
“Khususnya secara fasilitas dengan cuaca yang sangat ekstrim tahun ini. Kemarin kita berkunjung ke Arafah dan Mina, suhu mencapai 47 derajat Celcius,” katanya.
AD/RRI
Post Views: 1