Kab Halut

Bupati Halmahera Utara Frans Manere Bubarkan Massa Aksi Pakai Parang

×

Bupati Halmahera Utara Frans Manere Bubarkan Massa Aksi Pakai Parang

Sebarkan artikel ini
Bupati Halut Frans Manery emosi menghadapi massa aksi unjukrasa di Tobelo, Halut, Jumat (31/05/2024). (FOTO: FBCAKEN/Fakta)

HALUT, FAKTA – Tak terima di demo oleh mahasiswa Bupati Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara Frans Manery membubarkan massa aksi menggunakan sebilah parang pada Jumat (31/05/2024) siang.

Aksi yang digelar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo itu, untuk menyampaikan sikap penolakan atas rencana kedatangan Artis Nasional Komika Mongol Stres dan Mario G Klau untuk memeriahkan 21 tahun terbentuknya Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

Aksi unjukrasa GMKI awalnya dilaksanakan di kantor DPRD, kantor BKAD, kantor bupati, dan Hotel Marahai yang menjadi lokasi menginapnya para pengisi acara konser.

Rivaldo Djini, Ketua GMKI, menyatakan unjuk rasa itu sebagai bentuk keprihatinan atas gaji honorer tenaga kesehatan, hak-hak PNS berupa TPP selama 1,5 tahun, gaji honorer Satpol-PP, cleaning service, dan Siltap Pemerintah desa di 196 desa yang sampai saat ini belum dibayar pemda.

“Di sisi lain, pemda malah mengadakan acara hiburan dengan mengundang artis ibu kota yang tentu memakan anggaran APBD yang cukup besar. Apakah mengundang artis dan mengadakan acara hiburan masuk pada kategori prioritas? Alangkah baiknya anggaran tersebut dipergunakan untuk membayar utang yang tentu mengutamakan kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rivaldo.

Ia juga meminta pemda bijak mengatur keuangan sehingga bisa mengelola PAD, bukan justru membuat agenda yang menguras APBD.

Massa aksi yang kecewa lantaran tidak bertemu Bupati lantas menuju lokasi kegiatan pleno penetapan anggota dewan terpilih periode 2024-2029 di hotel Greenland. Namun di sana massa aksi justru mendapatkan tindakan tidak mengenakkan dari Bupati Frans Manery.

Dalam video berdurasi 1.08 detik, Frans tampak mengejar massa aksi dengan parang. Massa aksi pun berlarian berhamburan karena dikejar Bupati Halut Frans Manery.

Frans kemudian memotong sound system yang disewa massa aksi menggunakan parang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Frans ketika dikonfirmasi awak media menuturkan dirinya sempat menegur massa aksi untuk pulang. Hanya saja massa justru membandel dan kembali berorasi di agenda pleno KPU tersebut.

“Saya so togor pe dorang, cuma dorang pe Ketua GMKI ini dia tambah orasi. Jadi saya lebe bae ambel parang salawaku di mobil jadi dusu pe dorang, karena tako jangan sampe dong pukul. Apalagi tarada pengawalan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Menurut Frans, tindakan yang dilakukan olehnya dilaksanakan bukan sebagai kepala daerah karena dirinya tidak memakai atribut.

“Sekali lagi saya katakan, tindakan saya tadi itu bukan atas nama Bupati, tapi atas nama Pance,” tandasnya.

CAKEN/TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *