Kab Halteng

Pemdes dan Pemuda Desa Loleo Siap Kembangkan Destinasi Tanjung Kalero

×

Pemdes dan Pemuda Desa Loleo Siap Kembangkan Destinasi Tanjung Kalero

Sebarkan artikel ini

HALTENG, FAKTA – Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), adalah salah satu pulau yang masuk dalam katagori terbesar di Provinsi Maluku Utara, pulau itu sangat menyimpan sejuta keindahan yang mempesona. Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Halmahera Tengah adalah Tanjung Kalero. Tanjung Kalero tersebut terletak di desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Pemerintah desa dan pemuda serta masyarakat disana sangat konsen untuk membangun sebuah wisata yang ada di Tanjung Kalero, Desa Loleo. Tanjung Kalero sangat memiliki keindahan alam disekitar yang menajubkan termasuk keindahan dibawah laut yang sangat mempesona, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata diving dan snorkeling favorit di Halteng dan Maluku Utara maupun di Indonesia.

Daya tarik utama Tanjung Kalero adalah keindahan alam dibawah laut yang masih terjaga dengan baik. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya yang berwarna-warni.

Terumbu karang di Tanjung Kalero memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai jenis terumbu karang, mulai dari terumbu karang keras hingga terumbu karang lunak.

Selain terumbu karang, pengunjung juga dapat menemukan berbagai jenis ikan di Tanjung Kalero. Wisata tanjung Kalero di sini memiliki warna yang sangat cerah dan beragam, sehingga membuat pemandangan diatas laut dan dibawah laut Tanjung Kalero semakin indah.

Selain keindahan alam bawah laut, Tanjung Kalero juga memiliki beberapa daya tarik lainnya. Seperti pasir putih dan dibalut dengan ribuan pohon mangrove yang sangat mempesona dan menarik.

Kepala Desa Loleo Ikbal Mahmud mengatakan bahwa pengembangan wisata Tanjung Kalero, memang sangat membutuh anggaran. Namun sejauh ini pemdes, pemuda dan pelajar di desa itu masih mengorek kantong pribadi mereka untuk memperluas wisata Tanjung Kalero. Mereka sangat giat ingin menjadikan wisata Tanjung Kalero sebagai wisata faforit yang terkenal dikanca nasional.

“Alhamdulillah wisata Tanjung Kalero di desa kami, adalah salah satu wisata yang paling menarik para pengunjung. Kami sangat mendukung adanya perkembangan wisata di desa kami. Star awal pembuatan wisata ini adalah bagian dari keinginan pemuda, pelajar dan mahasiswa. Mereka ingin menciptakan wisata Tanjung Kalero yang sangat menarik. Intinya, kami pemerintah desa sangat mendukung gagasan pemuda dan pelajar yang ada di desa tersebut,” kata Kades.

Dia mengakui bahwa awal mulanya pemdes dan pemuda serta pelajar bergotong royong membersihkan lokasi Tanjung Kalero dengan peralatan seadanya. Ketika sudah bersih, pihaknya bersama-sama membangun beberapa tempat santai seperti gajebo.

“Kami berkerjasama dengan pemuda serta pelajar melakukan pembersihan lokasi wisata. Beberapa kajebo atau tempat santai buat pengunjung sudah kami sediakan, muda-mudahan para pengunjung mau beristrahat lalu menikmati indahnya wisata Tanjung Kalero itu. Kedapan kami tetap perhatian lagi. Kami belum mengunakan anggaran desa, kami masih patungan anggaran dalam mengelola wisata itu,” ujar Kades.

Kades mengakui bahwa wisata Tanjung Kalero kian hari makin dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun warga Halmahera Tengah. Walaupun sederhana, Kades berjanji tetap memberikan pelayanan prima kepada pengunjung.

“Target kami adalah wisata Tanjung Kalero juga bisa menunjang pendapatan aset desa (PAD) dari sektor prawisata. Termasuk mengurangi angka pengangguran dan mampu merubah pola pikir generasi muda ke hal-hal yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, kades sangat berharap pada pemerintah kabupaten Halteng dan pemerintah provinsi Malut lebih serius lagi memberikan perhatian soal wisata yang ada di desa Loleo, Halteng.

“Kami sangat butuh perhatian pada Pemda Halteng atau propinsi khususnya dinas terkait agar dapat memberikan kepedulian wisata Tanjung Kalero yang saat ini sedang boming dinegeri jajirah moloku kie raha,” bebernya.

 

Reporter: ALDY

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *