Halut – Selama kurang lebih 11 (Sebelas) tahun menjadi 2 (dua) kelompok organisasi gereja, Gereja Masehi Injil Halmahera (GMIH) akhirnya mendeklarasikan menjadi satu kelompok. Deklarasi Penyatuan dua kelompok organisasi gereja tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa WKO, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Jumat (19/01/2024).
Deklarasi Penyatuan GMIH, dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Manery, Sekertaris Daerah Drs. Erasmus Joseph Papilaya, M.T.P, Pdt. Demianus Ice, Pdt. Anselmus Puasa, unsur jajaran Forkopimda, seluruh Pendeta di jajaran Sinode GMIH, beserta ribuan warga gereja GMIH dan tamu undangan lainnya.
Pdt. Leudame Budiman Sekretaris Tim Formatur acara Deklarasi Penyatuan, saat diwawancara awak media menegaskan bahwa acara tersebut tidak ada tendensi politik didalamnya, acara ini murni untuk Deklarasi Penyatuan 2 kelompok GMIH.
“Kegiatan ini murni acara Deklarasi penyatuan 2 kelompok GMIH yaitu GMIH jalan Kemakmuran Tobelo dan GMIH WKO Tobelo yang mana selama kurang lebih 11 tahun terpisah menjadi 2 kelompok,” ungkapnya.
“Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan perwakilan 2 kelompok yang melakukan pertemuan pada 5 Desember 2023 di kantor PGI Jakarta diantaranya Membuat deklarasi bersama tentang Penyatuan GMIH selambat-lambatnya pada minggu kedua Januari 2024. Sehingga kesepakatan tersebut ditindaklanjuti untuk dilaksanakannya Deklarasi Penyatuan pada saat ini.
Deklarasi Penyatuan GMIH merupakan satu Anugerah dengan pertolongan Tuhan, dua kelompok organisasi gereja GMIH ini menyatu menjadi satu (Penyatuan) dengan Suka Cita,” sambungnya Sekretaris Tim Formatur Pdt. Leudame Budiman.
Tambah Budiman, dengan adanya acara deklarasi ini, hubungan personal antara warga jemaat menyatu dalam satu tujuan sebagai warga jemaat GMIH Halmahera dalam pelayanan kepada Tuhan.
“Jadi, harapan kami dengan adanya Deklarasi Penyatuan ini, semua bentuk perbedaan seperti dulu tidak ada lagi, hubungan personal, hubungan keluarga antara jemaat lebih dipererat dalam satu tujuan Pelayanan kepada Tuhan, dengan melewati proses demi proses sampai pada Sidang Sinode bersama GMIH tahun 2027, merujuk pada hasil kesepakatan bersama dalam rangka penyatuan GMIH,” Pungkasnya. (Yeri)