JAKARTA, Faktainvestigasi.com-ompetensi Pers yang bersinergi, kooperatif dan bertujuan mulia untuk Membangun Bangsa yang menjadi disegani dunia.
*Penulis memulai karir jurnalistik di “kota rantau” Jakarta* hingga membangun daerah dimana pers itu berdomisili dan berkontribusi.(10/1/24).
Kehadiran pers di tanah Melayu ini dapat menjadi patner untuk tujuan *kemaslahatan rakyat Melayu khususnya dan kota Medan umumnya*
Tahun 2008, sekiranya Ibu Meilinda Ratni *Pimprus Harian TransKota* meminta Penulis untuk bergabung di tim bagian marketing sampai 2009.
Dengan beragam alasan, akhirnya penyandang dana asal *perusahaan transportasi “Busway Ibukota”* menghentikan kegiatan penerbitan koran Transkota alias kolaps.
*Gerbong marketing TransKota di’tarik’* hampir seluruhnya ke Surat Kabar “Pagi” Harian Pos Kota
Kebetulan Harian Transkota waktu itu berkantor *tempat yang sama di Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat*, persisnya ruangan kerja dilantai bawah.
Sedangkan ruang kerja Pos Kota dilantai 2,3 dan lantai 4.
Surat Kabar Pos Kota sendiri *terbit pada 15 April 1970* dengan tagline Harian Independen, sedangkan Penulis kelahiran 2 April
Dan telah dikenal sebagai salah satu koran legenda di Indonesia *sampai saat ini kantor Pos Kota bergeser ke Kebayoran Lama, dikawasan Jakarta Barat*.
Cikal bakal poskota.co.id diawali dari penerbitan *poskotanews.com pada 2009*
Sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat pembaca terhadap *berita-berita aktual yang bisa dikonsumsi secara online* di era serba digital.
Terlebih pengguna internet dari tahun ke tahun terus meningkat
*Medan Dianggap “Kota Bar Bar”*
Ada yang menganggap Medan sebagai salah satu kota yang punya kehebatan pada bidang kuliner.
Terkenal dng Mie rebus Medan, bukan Indomie direbus ya hehe
Namun, penduduk kota Medan justru *terkenal sebagai orang yang bar-bar*
Pasalnya kalau berbicara selalu dengan suara keras lantang atau nada tinggi
Hal itu dikarenakan adanya logat Batak yang kental.
Nah, orang luar daerah sering mengira bahwa *kota Medan adalah kota dengan populasi suku Batak* terbanyak.
Padahal, sejarah yang ada di Medan justru tak lepas dari peradaban Melayu. Lho koq gitu?
*Menkominfo Ir H Tifatul Sembiring era 2009-2014*, lahirnya penerbitan pers versi penerapan UU ITE yaitu Undang-undang nomor 11 tahun 2008
*UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik*, atau teknologi informasi secara umum.
Hal itu berorientasi *bagaimana Pers berfungsi sebagai pencerahan pencerdasan, dan memuliakan* dengan peran sosial kontrolnya
Pers yang membangun juga sebagai alat kontrol atau kritik yang solutif memberi kontribusi jalan keluar *bukan pemecah belah*
Jelang setahun di Pos Kota, Penulis diminta *Bagus Sudarmanto Pemimpin Umum Harian Terbit* membantu tim marketing dan mengisi halaman khusus di Harian Terbit, tentunya!
Sekaligus *Lelaki kelahiran Denpasar 16 Juli 1957 ini meng”otaki”* dan memberi ruang satu halaman
Khusus pemberitaan kegiatan sosialisasi di Kementerian Kominfo.
Dengan bekal pemberitaan, sekaligus *tim marketing Koran Pos Kota*.
Kepiawaian sosok seseorang diperlukan dlm memerankan tugas khusus tsb, kawan
Kombinasi tersebut tak disia-siakan! Kurun waktu Dua tahun, *2009-2011 nyaris tembus pendapatan antara 500 Juta hingga 700 Juta* setiap tahun lho kawan
Itu didapat dari Spesialis tim marketing “Tulisan Advertorial” *alias tulisan berbayar* (Resmi Hl 1 Koran Pos Kota-red) diberi label* kepada Sahabat Arse Pane.
(Bamsur).