SOFIFI – Faktainvestigasi.com Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore Maluku Utara sukses menggelar pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) II. Mengusung tema Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Pemanfaatan Merdeka Mengajar, kegiatan pembekalan berlangsung di ruang kuliah FIP, Senin (04/09/2023).
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unibrah, Soleman Talib mengingatkan pentingnya kompetensi pedagogik yang harus dimiliki calon guru. Dimulai dari pemahaman secara mendalam tentang rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran ke evaluasi pembelajaran.
“Serangkaian kemampuan pedagogik yang dibekali harus diterapkan, dan penting untuk diingat adalah mahasiwa saat PPL harus menjadi cermin posif kepada peserta didik” tegasnya.
Sementara itu, hadir sebagai perwakilan Dekan FIP, La Yusran, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Sariwati Muhamad juga mewanti-wanti peserta PPL tentang pentingnya beradaptasi dengan lingkungan sekolah. “Penting untuk memahami tentang sekolah secara keseluruhan yang sudah dipelajari dari mata kuliah agar dipraktikan dengan cepat dan tepat selama mengikuti rangkaian PPL,” jelasnya.
Ketua Panitia, Isnardi Ismail mengatakan seluruh rangkaian kesiapan keberangkatan peserta PPL ke lokasi sudah rampung. Tercatat, kata Isnardi, ada 18 mahasiswa FIP yang terdaftar sebagai peserta PPL tahun akademik 2023/2024. “Totalnya ada 18 orang, 8 dari Prodi Penjaskesrek, 1 orang dari Prodi Bahasa Inggris, terus 4 dari Matematika lalu prodi Fisika 2 orang ditambah terakhir dari Prodi Pendidikan Kimia berjumlah 3 orang,” urainya.
Untuk lokasi PPL, Isnardi mengaku ada tiga sekolah yang akan dituju mahasiswa PPL, yaitu SMK N 5 Taba Damai, MA Almuzakarah Toniku, dan SMA N 11 Tikep. “Jadi dari total 18 orang itu akan dibagi dalam 3 kelompok yang terdiri atas 6 orang ditempatkan di tiga sekolah yang ada,” tambahnya.
Dia juga meminta kepada mahasiswa PPL agar mempersiapkan diri fisik dan mental sehingga selama mampu menyelesaikan PPL dengan baik.
“Kegiatan PPL ini salah satu syarat wajib bagi seluruh mahasiswa FIP sehingga harapannya mahasiswa bisa melewatinya dengan baik tanpa masalah dan kendala apapun,” harap Isnardi sembari mengingatkan mahasiswanya untuk selalu menjaga nama baik almamater kampus.
“Poinnya mereka selama di lapangan itu harus menjaga nama baik almamater karena jika kedapatan melakukan tindakan yang berpotensi merusak nama kampus maka kami akan meminta kepada dosen pendamping mengambil tindakan penarikan kepada mahasiswa bersangkutan dan konsekuensinya tidak lulus PPL,” tegasnya. (Dzar/Red)