BERITA REDAKSIJakarta

Komrad Pancasila DKI Jakarta Apresiasi Sikap Kesatria Polda Metro Jaya

×

Komrad Pancasila DKI Jakarta Apresiasi Sikap Kesatria Polda Metro Jaya

Sebarkan artikel ini
Ketua Komrad Pancasila DKI Jakarta Abduh Alfath. (Foto: Bamus/Fakta)

Jakarta – Komunitas Masyarakat Alur Depan (Komrad) Pancasila DKI Jakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Metro Jaya atas sikap kesatria, terbuka, dan bertanggung jawab dalam menyikapi polemik yang terjadi terhadap penjual es jadul yang sempat menjadi perhatian publik.

Langkah Polda Metro Jaya yang secara terbuka menyampaikan permintaan maaf, memberikan klarifikasi, serta menegaskan komitmen bahwa institusi kepolisian tidak pernah dan tidak akan menghambat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sikap ini menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sebagai kekuatan yang menekan masyarakat kecil.

Komrad Pancasila DKI Jakarta juga mengapresiasi langkah profesional Polda Metro Jaya yang menyerahkan proses pemeriksaan oknum terkait kepada Propam sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan penegakan etika institusi.

Ketua Komrad Pancasila DKI Jakarta Abduh Alfath menyampaikan pihaknya mengapresiasi sikap kesatria Polda Metro Jaya yang berani mengakui, meluruskan, dan memperbaiki. Langkah ini menjadi bukti bahwa institusi negara tidak anti kritik, justru menjadikan kritik publik sebagai sarana evaluasi untuk perbaikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi sikap kesatria Polda Metro Jaya yang berani mengakui, meluruskan, dan memperbaiki. Ini adalah wajah Polri yang kami harapkan: besar dalam kewenangan, dewasa dalam tanggung jawab, dan bijak dalam kekuasaan,” kata Abduh Alfath, Jumat (30/1/2026).

Lebih lanjut Abduh menegaskan langkah menyerahkan proses pemeriksaan kepada Propam menunjukkan bahwa institusi ini serius menjaga marwah, etika, dan kepercayaan publik. “Ini bukan sekadar klarifikasi, tapi pembelajaran institusional yang sangat penting bagi masa depan pelayanan kepolisian,” tandasnya.

Abduh juga mengungkapkan para pelaku UMKM adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Penjual es jadul adalah simbol ekonomi kerakyatan. Ketika negara hadir melindungi mereka, maka kepercayaan rakyat kepada negara akan tumbuh secara alami. “Inilah esensi Pancasila dalam praktik, keadilan sosial, kemanusiaan, dan keberpihakan pada rakyat kecil,” ungkapnya.

Pihaknya, kata dia akan terus berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi institusi negara, termasuk kepolisian, dalam membangun Jakarta yang berkeadilan, humanis, dan beradab, sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Negara kuat bukan karena kekuasaannya, tapi karena keberaniannya mengoreksi diri,” kata dia mengahiri.


Reporter: Bamus MS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *