Halut – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara terus melakukan upaya penanganan banjir dan tanah longsor pada 6 Desa yang tersebar di 2 Kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP. Erlichson Pasaribu saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026) memaparkan, sesuai data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara. Jumlah rumah terdampak di 6 Desa tersebut sebanyak 398 unit dan 23 diantaranya mengalami rusak sementara 23 unit lainya merupakan fasilitas umum.
“Saat ini hanya tinggal dua Kecamatan dari sebelumnya ada 24 Desa dari lima Kecamatan dai Halmahera Utara yang terkena dampak,” ujar Kapolres.
“Desa yang terdampak di Kecamatan Loloda Utara adalah Desa, Doitia, Ngajam,Warimoi, Dorume dan Asmiro, sementara 1 desa di galela Selatan adalah Desa Togawa,” katanya.

Lebih lanjut kata Kapolres, tim satgas kemanusiaan gabungan penanganan bencana Kabupaten Halut yang dilepas secara langsung oleh bupati Halmahera utara pada 10 Januari 2026 masih terus melakukan aktivitas pasca bencana untuk membantu warga yang terdampak.
Kapolres berharap kepada masyarakat di Halmahera Utara yang terkena dampak bencana alam untuk tetap meningkatkan kewaspadaan jika kondisi alam atau hujan kembali terjadi.
“Masyarakat kita harapkan untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang tidak jelas, karena pemerintah daerah akan tetap hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama yang terdampak,” ucapnya mengakhiri.