Ternate – Lika-liku kehidupan justru menjadi jalan bagi Thamrin Marsaoly untuk terus tegar, bertahan, dan membuka pintu masa depan. Sosok pria kelahiran Tidore, 4 Juli 1978 ini, kini dikenal luas sebagai pejabat sekaligus sahabat para petani di Kota Ternate.
Thamrin, anak dari pasangan Mahrus Marsaoly dan Taeba Hasan, menapaki pendidikan dasar hingga tinggi dengan penuh perjuangan. Lulus SD Tomalou pada tahun 1990, lalu melanjutkan ke SLTP Umum Tomalou dan SMA Soa-Sio, lulus tahun 1996.
Cita-citanya yang kuat terhadap ilmu lingkungan menyelesaikan pendidikan tinggi di Jurusan Pertanian Tanah tahun 2003, dan melanjutkan ke S2 Ilmu Lingkungan di Universitas Muslim Indonesia, lulus 2010, menuntaskan program profesi insinyur pada tahun 2021.
Masa kecil Thamrin tidaklah mudah. Karena ayahnya seorang guru ASN, ia kerap berpindah-pindah tempat tinggal dan sekolah dari Maba, Tidore, hingga tempat lain. Namun semangat belajarnya tak pernah surut. Dikenal sebagai siswa berprestasi, bahkan mewakili Maluku kala itu, ke tingkat nasional dalam lomba matematika dan cerdas cermat pada tahun 1994.
“Semasa sekolah selalu berpindah-pindah karena ikut orang tua. Tapi saya tetap semangat belajar, dan akhirnya lulus tetap di Tidore,” kata Thamrin, Kamis (9/10/2025).
Banyak prestasinya, sempat ditawari masuk tanpa tes ke Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pattimura. Namun karena pertimbangan lokasi yang jauh dari Maluku (Maluku Utara), ia memilih UMI Makassar.
Masa kuliah menjadi titik balik penting, Thamrin aktif di berbagai organisasi, baik internal kampus maupun eksternal. Setelah menyelesaikan S1, S2, dan profesi insinyur, kembali ke daerah saat pemekaran Provinsi Maluku Utara terjadi.
“Sebenarnya cita-cita saya jadi mengajar, baik guru maupun dosen. Bahkan sempat mengajar di Unkhair Ternate. Tapi di saat yang sama saya juga ikut tes PNS tahun 2003 dan lulus di Pemerintah Kota Ternate,” ujarnya.
Kariernya sebagai ASN cukup beragam mulai dari Balai Penyuluh Pertanian, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah, hingga menjadi Humas dan Protokoler. Tahun 2013, menjadi camat pertama Kecamatan Ternate Tengah. Kemudian, dipercaya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga akhirnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian sejak tahun 2019.

Bagi Thamrin, bertugas di Dinas Pertanian adalah pengalaman yang paling membekas.
“Di sini saya merasa banyak belajar dan menyadari bahwa petani menjadi pekerjaan yang mulia. Banyak yang menganggap petani terpinggirkan, padahal mereka sangat vital bagi ketahanan pangan daerah,” katanya.
Ia pun punya prinsip kuat bahwa jika tidak menanam maka tidak mendapatkan uang. Prinsip inilah yang mendorongnya membuka ruang dan peluang lebih luas bagi petani lokal di Ternate.
“Banyak orang menganggap Ternate bukan daerah penghasil, tapi saya perlahan membuktikan bahwa petani kita bisa bersaing. Sejak tahun 2020, produksi pertanian meningkat signifikan dan menopang kehidupan masyarakat,” kata Thamrin, mengakhiri.