BREAKING NEWSTimur Tengah

Israel Hentikan 14 Kapal Flotilla, 23 Lanjutkan Perjalanan

×

Israel Hentikan 14 Kapal Flotilla, 23 Lanjutkan Perjalanan

Sebarkan artikel ini
Salah satu kapal dalam rombongan Global Sumud Flotilla. (Foto: Instagram - @globalsumudflotilla)

Jakarta – Pasukan Israel menghentikan 14 kapal yang membawa aktivis asing dan bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Sementara itu, 23 kapal lainnya dilaporkan masih berlayar ke wilayah Palestina, dilansir dari Reuters, Kamis (2/10/2025).

Israel menyatakan, beberapa kapal flotilla berhasil dihentikan dan penumpangnya dipindahkan ke pelabuhan Israel. Pemerintah Israel juga menegaskan aktivis Greta Thunberg yang ditahan dan rekan-rekannya dalam keadaan aman.

Global Sumud Flotilla sendiri membawa obat-obatan dan makanan dengan melibatkan lebih dari 40 kapal sipil. Rombongan tersebut juga membawa sekitar 500 anggota parlemen, pengacara, dan aktivis dari berbagai negara.

Flotilla tersebut mengunggah sejumlah video di Telegram, menampilkan individu yang telah diculik dan dibawa ke Israel tanpa persetujuan. Mereka menegaskan misi mereka bersifat kemanusiaan dan tanpa kekerasan.

Penyelenggara flotilla mengecam tindakan Israel sebagai “kejahatan perang”. Mereka mengatakan militer Israel menggunakan taktik agresif, termasuk meriam air, meski tidak ada korban luka dilaporkan.

Menurut pernyataan resmi, kapal-kapal flotilla dicegat secara ilegal di perairan internasional sekitar 70 mil laut dari Gaza. Penyelenggara juga menyebut komunikasi mereka, termasuk siaran kamera langsung, telah diganggu.

Kelompok March to Gaza Yunani menilai aksi Israel sebagai bentuk perompakan yang melanggar hukum internasional dan hukum laut. Mereka menuntut pemerintah Yunani menjamin keselamatan warganya yang ikut serta dalam misi tersebut.

Berdasarkan data pelacakan, 23 kapal masih terus berlayar ke arah Gaza dan diharapkan bisa tiba, Kamis (2/10/2025) pagi, jika tidak dicegat. Israel berulang kali mengecam misi flotilla ini, menyebutnya bukan upaya kemanusiaan melainkan provokasi politik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *