Sumba Timur – Lahan berbatu berhasil disulap atau diubah menjadi lahan tebu di Melolo, NTT, melalui teknologi modern. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut langkah ini hasil kerja sama PT Muria Sumba Manis dengan masyarakat transmigran.
Hal ini diungkapkannya saat mendampingi Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono dalam panen raya tebu di Melolo, Selasa (19/8/2025). Menteri Iftitah juga menekankan pentingnya ilmu dan teknologi serta tekad yang kuat untuk mengubah tantangan menjadi peluang.
“Dalam transformasi transmigrasi, tidak lagi hanya sekedar perpindahan penduduk, tetapi bagaimana industrialisasi besar-besaran di luar pulau jawa. Dengan para transmigran sebagai tenaga kerja, dengan masyarakat lokal, kawasan transmigrasi di Melolo ini punya potensi cukup besar,” kata Menteri Iftitah di Sumba Timur, NTT, pada Selasa (19/8/2025).
Iftitah menyatakan, tahun ini akan mengirim dua tim perguruan tinggi untuk melakukan penelitian potensi ekonomi transmigrasi Melolo. Tahun depan rencananya akan memberikan beasiswa untuk 100 mahasiswa pascasarjana.
“Kami berencana membangun kampus patriot, empat jurusan utama yaitu teknologi pertanian, teknik kimia, teknik mesin dan teknik elektro. Sehari-hari mereka belajar di kelas lalu berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan lokal,” ucapnya.
Sementara itu, Menko AHY menegaskan, Muria Sumba Manis sebagai salah satu pabrik gula terpadu terbesar di NTT. Hal ini menjadi elemen penting pengembangan kawasan transmigrasi Melolo dan wilayah setempat secara umum.
“Bicara pertumbuhan ekonomi, pemerintah tidak mungkin sendirian, berbicara membuka lapangan pekerjaan, pemerintah tidak bisa sendirian. Pemerintah pusat maupun daerah punya kepentingan untuk merangkul semua stakeholders, semua elemen, terutama dunia usaha,” ujar Menko AHY.
AHY menambahkan, upaya yang sedang dilakukan di kawasan transmigrasi Melolo adalah mengintegrasikan antara industri dengan transmigrasi. Keunggulan dari transmigrasi yaitu memiliki lahan di berbagai penjuru Tanah Air, termasuk di Sumba Timur.
“Industri gula di Melolo telah menyerap 3.500 tenaga kerja tetap, bahkan saat musim panen bisa mencapai 6.000 orang. Ini bukti nyata bahwa transmigrasi era kini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, dengan dukungan infrastruktur, transportasi, teknologi,” ujarnya.