Halteng – Panwascam Se Kabupaten Halmahera tengah ancam akan melakukan mogok kerja. Hal tersebut diakibatkan karena gaji yang merupakan hak mereka sering terlambat. Di tambah dengan anggaran operasional panwaslu kecamatan dinilai tidak sesuai dengan beban kerja selama tahapan pilkada.
Ketua panwascam Kecamatan Patani Utara, Fajri ketika di konfirmasi awak media mengatakan gaji panwascam satu bulan belum terbayar dan juga anggaran operasional dua bulan
“Gaji satu bulan dan operasional dua bulan belum terbayar, Keterlambatan gaji ini bukan kali pertama” Ucap Fajri Ketua panwascam Patani Utara.” Jumat,(6/9/2024)
Sementara anggota panwascam Patani, Suadara Alikhan mengatakan anggaran operasional panwaslu kecamatan juga terlalu kecil dibandingkan tahapan yang harus diawasi selama pilkada.
“Anggaran perjalanan dinas selama tahapan pilkada di RAB kecamatan saja terhitung hanya 6 kali. Sementara ada banyak tahapan yang harus di awasi. Mulai dari pencoklitan, tahapan kampanye hingga pungut hitung”, Bilang Alikhan
Keluhan ini juga disampaikan Ketua panwascam kecamatan Weda Selatan, Takdir Talib. Anggaran dana hibah untuk Bawaslu Halmahera Tengah sendiri berjumlah 9 miliar, Namun sampai pencairan tahap 2 saat ini perjalanan dinas Panwaslu Desa (PKD) tidak dimuat dalam RAB tahap 2 ini.
“Kami dan Panwaslu Desa telah mengawasi dari tahapan pembentukan Pentarlih/PPDP sampai pencoklitan selsai hampir 2 bulan lebih. Namun anggaran perjadin panwas desa tidak ada dalam item RAB yang sudah cair di tahap pertama dan kedua ini”, Papar Takdir, Ketua panwas Weda Selatan.
Sementara ketua panwascam kecamatan Pulau Gebe, Abdul Hayat menegaskan kepada ketua Bawaslu Halmahera Tengah
untuk membahas dan melakukan revisi terkait RAB panwaslu Kecamatan se-halmahera tengah.
“Jadi kami meminta kepada Bawaslu Halteng untuk membahas dan melakukan revisi terkait RAB panwaslu kecamatan se-halmahera tengah,”Tegasnya
“Sukses dan tidaknya pengawasan pilkada Halmahera Tengah tahun 2024 ini tergantung pada kami di Panwaslu Kecamatan dan Desa”Sambungnya
Karena kami merupakan unjung tombak pengawasan di lapangan. Jadi jika bawaslu halteng tidak merevisi anggaran operasional ini, kami Panwascam Se-Halmahera Tengah akan melakukan mogok kerja,”Pungkasnya” (Faisal)