BERITA REDAKSI

Pamboat Diduga Bom Ikan Diamankan TNI AL, Pemilik Kabur

×

Pamboat Diduga Bom Ikan Diamankan TNI AL, Pemilik Kabur

Sebarkan artikel ini

HALUT, FaktaInvestigasi- Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ternate mengamankan sebuah kapal ikan jenis pamboat yang diduga digunakan untuk aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak (bom ikan) di perairan Halmahera Utara, Maluku Utara.

Pengamanan kapal tersebut dilakukan setelah personel Lanal Ternate menerima informasi mengenai adanya aktivitas penangkapan ikan yang diduga menggunakan bahan peledak.

Hal itu disampaikan Danlanal Ternate, Kolonel Laut (P) Ristanto Putro, S.M., M.Tr.Opsla., CHRMP, dalam konferensi pers di Pos Angkatan Laut (Posal) Tobelo, kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Halmahera Utara, Rabu (9/9/2026).

Ristanto menjelaskan, informasi awal diterima Unit Intel Lanal Ternate melalui koordinasi dengan jajaran Lanal di wilayah Tobelo. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Unit Intel bersama Posal Tobelo bergerak melakukan patroli menuju lokasi pada Minggu (5/9/2026) sekitar pukul 20.25 WIT.

Saat mendekati lokasi, tim patroli mendengar aktivitas yang diduga berkaitan dengan penggunaan bahan peledak. Personel kemudian melakukan pengejaran terhadap orang yang diduga terlibat.

Namun, pelaku berhasil melarikan diri menuju Desa Paca dan hingga saat ini belum berhasil diamankan.

Sementara kapal jenis pamboat yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut berhasil diamankan dan dibawa ke Posal Tobelo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan maupun aktivitas lainnya.

Barang bukti tersebut di antaranya satu pucuk senjata laras panjang rakitan yang menyerupai senjata api jenis SSI tanpa amunisi, satu unit kompresor beserta selang yang diduga digunakan untuk aktivitas penyelaman, serta alat penangkapan ikan berupa tombak ikan.

Petugas juga menemukan obat nyamuk dan korek api yang diduga berkaitan dengan aktivitas bom ikan.

Selain itu, ditemukan 25 bungkus tembakau sintetis yang dikenal dengan sebutan “Gorila”.

Terkait temuan tersebut, Danlanal menegaskan bahwa jenis dan kandungan barang yang diduga tembakau sintetis tersebut masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak BNN Provinsi Maluku Utara di Ternate untuk memastikan jenis dan kandungannya,” ujar Ristanto.

Pemilik Kapal Diduga Berinisial LT

Terkait kepemilikan kapal, hasil pendalaman sementara mengarah kepada seseorang berinisial LT, yang berdomisili di Desa Paca.

Informasi tersebut, kata Ristanto, juga diperkuat dengan keterangan Kepala Desa Paca. LT diduga telah beberapa kali melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan sebelumnya telah mendapat peringatan.

Danlanal menegaskan, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AL menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah perairan Maluku Utara.

“TNI AL berkomitmen menjaga wilayah perairan agar tetap aman dan tertib serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan bom maupun cara-cara lain yang dapat merusak ekosistem laut dalam menangkap ikan.

Menurutnya, penggunaan bahan peledak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menghancurkan terumbu karang dan biota laut serta mengancam sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Ke depan, TNI AL akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah perairan Maluku Utara dan Halmahera Utara.

Pemda Halut Apresiasi Operasi TNI AL

Dalam kesempatan yang sama, Asisten I Setda Halut, Drs. Anwar Kabalmay, memberikan apresiasi kepada Lanal Ternate dan Posal Tobelo atas operasi yang dilakukan.

Ia mengatakan Halmahera Utara memiliki wilayah laut yang luas dengan potensi sumber daya kelautan yang besar. Sebagian masyarakat Halut juga menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan dan perikanan.

Karena itu, menurut Anwar, keamanan sekaligus kelestarian wilayah laut harus menjadi perhatian bersama.

“Atas nama Pemerintah Halmahera Utara, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Lanal Ternate serta Posal Tobelo atas operasi yang dilakukan,” ujarnya.

Pemda Halut, lanjutnya, juga memberikan perhatian terhadap berbagai potensi kerawanan di jalur laut, termasuk kemungkinan masuknya orang asing melalui jalur perairan.

Anwar menegaskan pengawasan dan patroli di wilayah perairan Halmahera Utara perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara Pemda Halut, TNI AL, TNI-Polri, serta seluruh unsur terkait terus diperkuat untuk menjaga keamanan wilayah teritorial laut.

“Bukan hanya menjaga keamanan, tetapi sumber daya kelautan juga harus tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *