Jalan-Jalan

Dukono Status Waspada, Bupati Halut Telah Berkordinasi Dengan Kedubes Singapura

×

Dukono Status Waspada, Bupati Halut Telah Berkordinasi Dengan Kedubes Singapura

Sebarkan artikel ini

Halut – Konferensi pers korban Erupsi gunung api Dukono, yang telah berlangsung di ruangan vicon Polres Halmahera Utara, dihadiri langsung oleh Bupati Halut Piet Hein Babua, Kapolres Halut, Dandim 1508/Tobelo, Kepala Basarnas Ternate, dan Petugas Pos Pemantauan PVMBG Mamuya, Jumat 8 Mei 2026.

Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani menyampaikan bahwa 15 orang korban erupsi berhasil di evakuasi pada pukul 18.00 WIT Jumat 8 Mei 2026.

Dari 15 orang tersebut diantaranya 7 orang WNA asal Singapura dan 8 orang WNI (warga Lokal) mereka dalah korban erupsi yang selamat dan di bawah ke RSUD Tobelo,” jelas Iwan.

Jumlah pendaki gunung api Dukono sebanyak 20 orang.

Lanjut Iwan, ada 2 orang korban dalam proses pencarian tapi sudah berhasil kembali.

Sementara, 3 orang dalam proses pencarian yaitu 2 WNA dan 1 orang WNI.

2 orang WNA (Singapura), ini informasi dari rekan korban katakan 2 rekan mereka dari WNA itu meninggal dunia,” kata Kepala Basarnas itu keterangan dari rekan korban WNA.

Namun tetapi, mohon maaf , namun demikian, kami saat ini belum bisa memastikan, karna kami belum menemukan korban tersebut,” ungkap Iwan.

Selanjutnya, Tim telah ketahui titik atau lokasi keberadaan 2 WNA, yang di duga meninggal dunia.

Namun karena kondisi cuaca buruk dan sudah malam, evakuasi dilanjutkan esok hari.

Untuk 1 orang WNI belum di temukan keberadaannya,” jelas Iwan.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Api Dukono Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Desa Mamuya Kecamatan Galela Halmahera Utara Prov Malut jelaskan bahwa rekomendasi untuk pendaki agar tidak mendekati kawah dari radius 4 kilometer.

Menurutnya, sejak 3 April 2026 rekomendasi atau peringatan sampai saat ini belum di cabut,” tegasnya.

Dipeejelasnya, untuk pendakian yang korban luka dan hilang dan diduga meninggal dunia dari WNA itu tidak ada laporan Para pendaki sebelum lakukan pendakian ke Pos pemantauan Desa Mamuya.

Sehingga kami di Pos tidak ketahui kalau ada kelompok pendakian yang lakukan pendakian,” bilang petugas.

Kapolres AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan, untuk peristiwa ini bagi pemandu dan porter yang membawa Pendaki WNA dan WNI tersebut kami akan lakukan Penyelidikan.

Jika itu terbukti ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa porter dan pemandu bisa dihemat pidana,” tegas Erlichkson.

Saat ini gunung api Dukono Status Level II Waspada dilarang keras untuk lakukan pendakian,” pungkasnya.

Dari kawah harus Steril, karena PVMBG telah tetapkan Radiusnya 3 kilo meter dari kawah tersebut.

Sementara itu, Bupati Halut Piet Hein Babua menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan pihak Kedutaan Singapura di Jakarta dan besok akan tiba di Tobelo.

Bupati katakan, WNA dan WNI yang menjadi korban luka telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tobelo sore tadi, dan telah memberikan tempat untuk beristirahat sebelum dikembalikan ke Ternate.

Pemda Halut akan memfasilitasi untuk mengembalikan korban WNA ke Ternate dan Jakarta, melalui Diplomat,” jelasnya Bupati.

Bupati mengharapkan, 2 WNA dan 1 WNI yang masih belum bisa di evakuasi dan ditemukan, semoga dalam keadaan masih hidup,” tuturnya. ( Jef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *