WEDA — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 9 Mei 2026, Polres Halmahera Tengah mulai mengetatkan pengamanan di sejumlah titik rawan. Lebih dari 300 personel gabungan disiapkan untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa itu berlangsung aman dan terkendali.
Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto, mengatakan pengamanan melibatkan personel Polres, jajaran Polsek, hingga dukungan tambahan dari satuan Brimob.
“Sebanyak 300 lebih personel gabungan dari Polres dan Polsek, dibantu 60 personel Brimob, diterjunkan untuk mengamankan jalannya Pilkades,” kata Fiat kepada media, Kamis, 7 Mei 2026.
Aparat keamanan, menurut dia, akan disebar ke desa-desa yang melaksanakan pemungutan suara, termasuk wilayah yang dipetakan memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada hari pencoblosan, tetapi juga mencakup seluruh tahapan Pilkades.
Fiat menegaskan, kepolisian ingin memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan tanpa gangguan keamanan maupun potensi konflik antarpendukung calon kepala desa.
“Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman selama proses Pilkades berlangsung,” ujarnya.
Pilkades serentak di Kabupaten Halmahera Tengah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026. Sejumlah desa akan memilih kepala desa baru secara bersamaan, menjadikan pengamanan sebagai salah satu fokus utama aparat kepolisian dalam beberapa hari terakhir.
Di sejumlah desa, suasana politik lokal mulai menghangat menjelang hari pemungutan suara. Aparat berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu ketegangan di tengah pelaksanaan Pilkades.