Ternate – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe dan Kadikbud Abubakar Abdullah, meresmikan puluhan gedung sekolah hasil revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp53 miliar. Peresmian yang mencakup 68 sekolah di 10 Kabupaten/Kota itu dipusatkan secara simbolis di Auditorium SMA Negeri 5 Ternate, Kamis 5 Februari 2026.
Gubernur Sherly dalam berbagainya menyampaikan penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yang menilai keberhasilan perencanaan sekaligus mengawal pembangunan sarana dan prasarana pendidikan secara tepat waktu dan berkualitas.
“Saya memberikan apresiasi kepada dinas pendidikan dengan cepat membenahi diri, memperbaiki data dan sudah mengawal revitalisasi pembangunan menggunakan APBD,” ujar Sherly.
Khusus auditorium pembangunan SMA Negeri 5 Ternate, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,7 miliar. Sementara sejumlah sekolah lain juga mendapatkan ruang kelas baru dan fasilitas penunjang, di antaranya SMA Negeri 8 Ternate senilai Rp1,7 miliar untuk tiga ruang kelas, SMA Negeri 2 Ternate Rp3 miliar, SMA Negeri 1 Pulau Taliabu Rp2,2 miliar, SMA Negeri 2 Halmahera Timur Rp2,1 miliar, serta SMA Negeri 1 Halmahera Tengah Rp1,8 miliar.
Tak hanya bersumber dari APBD, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga memperoleh dukungan anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui APBN 2025 untuk revitalisasi 75 sekolah dengan nilai total mencapai Rp92 miliar.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo melalui Kemendikdasmen yang sangat mengutamakan pembangunan sarana pendidikan di daerah,” kata Sherly.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, melaporkan bahwa dari total Rp53 miliar yang dikelola pemerintah provinsi, pembangunan meliputi ruang kelas baru, auditorium, lapangan upacara, ruang guru, toilet, hingga rumah dinas guru.
“Alhamdulillah kemajuan pekerjaan sudah mencapai 100 persen. Hanya tersisa beberapa catatan teknis yang akan disempurnakan pada tahun 2026,” ujarnya.
Revitalisasi besar-besaran ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Maluku Utara sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan modern bagi para siswa.