Jakarta – Pemprov DKI Jakarta terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa 27 Januari 2026. Pada pelaksanaan OMC hari ke-12 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD DKI) melakukan empak kali sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi untuk menekan potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam operasi OMC ini, BPBD DKI bersinergi dengan BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, serta unsur terkait lainnya.
Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan misi penyemaian awan di wilayah Perairan Utara Jakarta pada ketinggian 8.000–12.000 kaki. Area semai berada pada radial 330–030 derajat dengan jarak 30–50 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram. Kemudian, sorti kedua menyasar wilayah Jakarta Selatan dengan target awan Stratocumulus pada ketinggian sekitar 6.000 kaki.
Awan target ini memiliki base 3.000 kaki dan top 5.000 kaki, dengan arah angin dominan dari barat laut berkecepatan 12 knot. Pada penerbangan ini digunakan bahan semai kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.
Selanjutnya, sorti ketiga dilaksanakan pada siang hari dengan area semai di wilayah Bekasi pada ketinggian 5.000–7.000 kaki. Penyemaian dilakukan pada radial 090–180 derajat dengan jarak 10–20 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Bahan semai yang digunakan kembali berupa CaO sebanyak 800 kilogram. Sementara itu, sorti keempat dilaksanakan pada sore hari dengan area penyemaian awan di wilayah Kabupaten Bogor.
Pesawat melakukan engine on pukul 15.56 LT dan take off pukul 16.11 LT, dengan kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 16.45 LT. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki di radial 150–210 derajat dengan jarak 10–30 nautical mile, menggunakan CaO sebanyak 800 kilogram.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pelaksanaan OMC hari ke-12 merupakan langkah antisipatif. Guna mengendalikan potensi curah hujan tinggi yang berisiko menimbulkan bencana.
“Operasi Modifikasi Cuaca hari ke-12 ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian serta memperkuat koordinasi lintas instansi. Guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Warga jugadiharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air guna meminimalkan risiko genangan dan banjir.
Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, situs resmi BPBD DKI Jakarta, serta media sosial @bpbddkijakarta. Data genangan dan banjir juga dapat dipantau secara real time melalui aplikasi JAKI dan laman pantau banjir milik Pemprov DKI Jakarta.