Jakarta – Sorak sorai dan gemerlap lampu Jakarta pada Minggu malam, 18 Januari 2026, menjadi saksi momen penting bagi Maluku Utara. Di panggung Grand Final Mister dan Miss Tourism Indonesia 2026, nama Priskila F. Damar yang akrab disapa Nanda diumumkan sebagai Runner Up Kedua. Sebuah pencapaian yang bukan sekedar prestasi pribadi, melainkan milik kolektif bagi daerah yang selama ini menyimpan pesona wisata luar biasa, namun belum sepenuhnya tersorot.
Berangkat dari Halmahera Utara, Nanda tak pernah membayangkan langkahnya bisa sejauh ini. Ia mampu berdiri sejajar dan bersaing dengan putri-putri terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. “Ini di luar dugaan saya,” ucap Nanda, lirih namun penuh terima kasih.
Lahir di Tahuna, Sulawesi Utara, pada tahun 2003, Nanda merupakan anak pertama dari pasangan Jimmy Damar dan Tripena Dogumu. Dukungan keluarga menjadi fondasi yang kuat dalam setiap tahapan yang ia jalani mulai dari proses pendaftaran, pembuatan video, hingga wawancara berani melalui Zoom. Setiap tahapan dilalui dengan semangat dan keyakinan bahwa ia membawa misi yang lebih besar, memperkenalkan Maluku Utara ke mata Indonesia.
Pilihan Nanda untuk mengikuti Miss Tourism bukan tanpa pertimbangan. Awalnya, saya sempat berpikir pada dua opsi besar Putri Indonesia atau Putri Pariwisata. Namun, hatinya mantap pada Nona Pariwisata. Alasannya sederhana, sekaligus visioner. Maluku Utara, baginya, adalah permata yang belum seluruhnya tergali. “Masih banyak wisata indah yang belum orang tahu. Bahkan dunia harus tahu,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
“Kalau Dodola dan Morotai, mungkin sudah banyak yang tahu. Tapi Pulau Widi belum, dan itu yang ingin saya perkenalkan,” katanya.
Jawabannya menjadi pintu pembuka. Nanda dinyatakan lolos dan berangkat ke Jakarta pada awal Januari untuk mewakili Maluku Utara di tingkat nasional. Dukungan pun mengalir deras. Ia sowan ke Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara, mendapat restu dan semangat dari Gubernur Sherly Tjoanda, serta sokongan dari anggota DPRD seperti Aksandri Kitong, Deybora Tongo Tongo dan Nazla Kasuba. Penguatan materi kepariwisataan juga diperolehnya dari Kris Samsuddin, Kabid Destinasi Disparekraf Maluku Utara.
Bagi Nanda, momen paling berkesan bukanlah piala atau selempang. Melainkan kesempatan berbicara tentang Maluku Utara kepada publik Indonesia. “Saya bangga bisa kasih tahu mereka bahwa di sana ada Pulau Widi. Itu yang ingin saya sampaikan, dan sudah tersampaikan. Mereka melihat video-video yang saya tampilkan dan sangat antusias,” ujarnya.
Prestasi ini tak ingin ia simpan sendiri. Nanda berpesan kepada anak muda Maluku Utara agar terus belajar, mengenal budaya, dan memahami potensi pariwisata daerah. Pengetahuan itulah yang kelak menjadi bekal utama saat mengikuti ajang serupa.
Kini, dengan status Runner Up Kedua Miss Tourism Indonesia 2026, langkah Nanda tak henti-hentinya. Ia bertekad mengeksplorasi lebih banyak destinasi di Maluku Utara, menjalin kerja sama dengan dinas pariwisata provinsi maupun kabupaten/kota, serta mendorong pengembangan wisata secara berkelanjutan mulai dari gastronomi, kuliner khas, wisata kebugaran, hingga keindahan bawah laut yang tak kalah memukau.