Yogyakarta – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan saat penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Universitas Gadjah Mada di Kampus UGM, Jumat (9/1/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku Utara bersama Rektor UGM Ova Emilia, sebagai langkah penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan SDM, penelitian terapan, serta pengembangan strategi sektor-sektor di Maluku Utara.
Gubernur Sherly Tjoanda menyebut UGM sebagai mitra penting dalam proses pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu berperan lebih besar di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Maluku Utara. Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi daerah saat ini tercatat tertinggi secara nasional, mencapai sekitar 39 persen, namun belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Pertumbuhan ini harus dilakukan dengan kesiapan SDM lokal. Kawasan industri di Halmahera Tengah menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, tetapi tenaga kerja lokal baru sekitar 30 ribu orang. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus kita jawab bersama,” ujar Sherly.
“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan dan penelitian bersama UGM agar potensi besar ini dikelola secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi daerah,” katanya.
Sherly juga menyoroti ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah yang saat ini masih mencapai sekitar 80 persen, terutama untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri. Ia menilai sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal memiliki peluang besar untuk terlibat sebagai pemasok utama.
Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan bahwa UGM terus mengikuti perkembangan Maluku Utara dan telah lama terlibat melalui program Kuliah Kerja Nyata. Saat ini, sebanyak 18 kelompok mahasiswa UGM menjalankan KKN di sejumlah wilayah, di antaranya Obi, Morotai Selatan, Pulau Kiri, dan Pulau Rau.
Ia menilai kehadiran siswa di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang membentuk kepekaan sosial dan tanggung jawab sebagai insan terdidik. UGM, lanjut Ova, berkomitmen menyelenggarakan kolaborasi yang merakyat, mandiri, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan daerah.
Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abubakar Abdullah, sebagai OPD teknis yang akan menyetujui kerja sama yang sudah ditandatangani.