Ternate – Manajer operasional PT. Beteravel Indonesia Perkasa Ternate yang melayani haji dan umroh atas nama Asnawi Ibrahim terancam dilaporkan ke Polres Ternate atas kasus penipuan dan penggelapan uang 57 orang jemaah.
Kasus tersebut, terbongkar setelah 5 jemaah umroh tidak menyetorkan uang ke rekening pribadi Asnawi namun menyetorkan secara langsung ke rekening travel.
Direktur PT. Beteravel Indonesia Perkasa Ternate melalui penasihat hukum, M. Bachtiar Husni saat dikonfirmasi Jumat (9/1/2026) membeberkan, kejadian tersebut terjadi setelah Asnawi dipercayakan perusahaan sebagai manajer operasional.
Asnawi kemudian memanfaatkan jabatan tersebut untuk memanfaatkan tiga agen yang menerima uang dari puluhan jamaah agar disetor ke rekening pribadinya.
Bachtiar mengaku, terlapor merupakan mantan kontraktor penyelesaian atas dugaan penipuan saat mengolah PT. Travel Asia Tour untuk paket haji dan umroh.
“Dia ini mantan kontraktor, waktu itu dia dihukum kasus yang sama saat menangani Travel Asia Tour dan setelah bebas, yang bersangkutan memasukan lamaran di perusahaan Beteravel Indonesia Perkasa Ternate dengan memalsukan identitas dan yang bersangkutan juga ada pengalaman maka diterima dan diberikan posisi yang mumpuni,” katanya.
“Saat ini, uang 5 jemaah yang masuk ke perusahaan sudah dikembalikan, karena perusahaan sempat menanyakan ke yang bersangkutan tapi masukan, itu sebagai setoran awal dan akan dilunasi, padahal tidak dilunasi dan jamaah mengakui bahwa itu dibayar lunas karena sesuai dengan yang disampaikan Asnawi, dari situ perusahaan langsung mengembalikan uang jamaah tersebut karena tidak mau bertanggung jawab,” jelasnya.
Bachtiar juga mengakui, setelah semuanya terbongkar, terlapor sempat membuat surat pernyataan yang bersedia menggantikan semua uang yang diterima.
“Sempat membuat pernyataan untuk bertanggung jawab, tapi tiba-tiba dilaporkan menghilang dari perusahaan,” jelasnya.