Kab Halut

Bupati Halmahera Utara Terjunkan Satgas Bencana ke Loloda Utara, 213 KK Masih Mengungsi

×

Bupati Halmahera Utara Terjunkan Satgas Bencana ke Loloda Utara, 213 KK Masih Mengungsi

Sebarkan artikel ini

Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara secara resmi menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Alam untuk menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Loloda Utara. Pemberangkatan satgas dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, melalui apel kesiapsiagaan di Pelabuhan Besar Tobelo, Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Sabtu (10/1/2026)

Dalam amanatnya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa pengerahan Satgas Bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kehadiran nyata pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

“Ini adalah langkah nyata kita untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. Beberapa hari lalu masyarakat kita mengalami bencana alam, dan hingga hari ini masih ada rumah warga yang tertimbun tanah,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak paling parah berada di Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebanyak 213 kepala keluarga (KK) atau sekitar 875 jiwa masih harus mengungsi karena rumah mereka belum dapat ditempati akibat tertimbun material longsor.

“Seluruh warga Desa Doitia belum kembali ke rumah masing-masing. Karena itu, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait turun langsung untuk membantu pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Satgas Bencana Alam Halmahera Utara direncanakan melaksanakan tugas selama satu minggu di lokasi bencana. Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa apabila seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, personel akan segera ditarik kembali ke satuan masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Gubernur Maluku Utara, atas dukungan dalam penanganan bencana di Halmahera Utara.

“Kami berterima kasih kepada Gubernur Maluku Utara atas dukungan dan koordinasi yang baik, sehingga Basarnas Ternate dapat diturunkan untuk membantu masyarakat Halmahera Utara,” tuturnya.

Bupati turut berpesan kepada seluruh personel satgas agar menjaga kesehatan selama bertugas serta membangun kepercayaan dan semangat masyarakat terdampak.

“Kehadiran kita harus memberikan rasa aman, kepercayaan, dan semangat agar masyarakat bisa bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Satgas Bencana Alam Halmahera Utara terdiri dari gabungan personel Kodim 1508/Tobelo, Polres Halmahera Utara, Basarnas, Tagana, Satbrimobda Maluku Utara, Satpol PP Halut, serta tim medis berjumlah lima orang.

Sebelum keberangkatan, seluruh personel menerima pembekalan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran dari Basarnas Ternate. Tepat pukul 12.00 Wit, KM SAR Pandu Dewanata bertolak menuju Loloda Utara dengan membawa personel dan logistik bantuan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menegaskan bahwa pengerahan Satgas Bencana Alam ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Loloda Utara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *