BERITA UTAMAGubernur Malut

Gubernur Sherly Bidik Pasar Spanyol untuk Produk Rempah-Pariwisata

×

Gubernur Sherly Bidik Pasar Spanyol untuk Produk Rempah-Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, didampingi Kabid Destinasi Disparekraf, Kris Samsuddin, jajaki kerja sama dengan Dubes Spanyol, di Jakarta. (Foto: RRI/KBRN)

Sofifi – Upaya mengangkat kembali kejayaan “Kepulauan Rempah” memasuki babak baru. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjajaki kerja sama dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia dalam pertemuan di Jakarta, Jumat, 21 November 2025.

Pertemuan itu membuka peluang hilirisasi cengkeh dan pala dua komoditas historis yang selama ini masih dijual sebagai bahan mentah. Sherly mengatakan langkah menggandeng Spanyol bukan tanpa alasan. Negara itu memiliki keterikatan sejarah dengan Maluku Utara.

“Kita mau cengkeh pala kita naik level menjadi end product langsung di konsumer, terutama masuk ke international market, khususnya Eropa dan Spanyol,” ujar Sherly saat diwawancarai, Jumat (28/11/2025).

Menurut dia, pembicaraan dengan pihak Spanyol mencakup spesifikasi produk hingga preferensi konsumen di negara tersebut. “Saya berdiskusi seperti apa sih spesifikasi produk dan keinginan konsumen Spanyol. Kemudian kita dalam meracik produk yang kita rencanakan masuk ke international market itu, kita sesuaikan dengan mereka. Terutama cengkeh dan pala itu di sana dipakai buat apa,” katanya.

Sherly menilai hilirisasi komoditas rempah menjadi produk jadi membuka peluang nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha di Maluku Utara. Selama ini, sebagian besar komoditas lokal masih dilepas sebagai raw material sehingga tidak memberi dampak signifikan bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Selain rempah, sektor pariwisata ikut menjadi agenda penting dalam percakapan bilateral tersebut. Sherly mengajak Pemerintah Spanyol menjalin kolaborasi promosi dan pengembangan destinasi wisata Maluku Utara.

“Potensi pariwisata yang bisa kita kembangkan kerja sama antara Spanyol dan Maluku Utara untuk turis-turis Spanyol bisa datang ke Maluku Utara karena Maluku Utara sangat cantik,” ucapnya.

Pertemuan itu dihadiri pula oleh Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Maluku Utara, Kris Samsuddin. Pemerintah provinsi menilai Spanyol adalah pintu masuk strategis untuk memperkenalkan Maluku Utara sebagai destinasi wisata tropis sekaligus sentra rempah yang memiliki nilai sejarah dunia.

Upaya diplomasi ekonomi ini menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat posisi daerah sebagai produsen rempah dan tujuan wisata premium di pasar Eropa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *