Halteng – Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani tiga isu utama dampak industri nikel. Ia menyebut, kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, dan keanekaragaman hayati menjadi fokus utama pembangunan berkelanjutan daerah lingkar tambang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Lokakarya Awal Program Nickel Impact Programme Indonesia (NIPI) di Kantor Bupati Halteng. Kegiatan yang digelar Kamis (23/10/2025) itu dihadiri wakil Bupati, pimpinan OPD, camat lingkar tambang, dan mitra kerja sama internasional GIZ Jerman.
Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar berbagai persoalan sosial dan kesehatan dapat ditangani secara menyeluruh. “Terkait penyakit menular seksual, perlu regulasi tingkat desa, agar penanganan dilakukan dengan pendekatan berbasis masyarakat,” ujarnya.
Ia menyambut positif keterlibatan NGO dan lembaga internasional yang berkomitmen mendukung penyelesaian masalah kesehatan dan lingkungan. “Pemerintah sangat terbuka bekerja sama dengan NIPI karena program ini memberi dampak nyata bagi masyarakat lingkar tambang,” katanya.
Program NIPI didanai pabrikan OEM Eropa dan dilaksanakan oleh GIZ Jerman hingga Juli 2028 mendatang. Inisiatif ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan, memperbaiki kualitas air bersih, dan memulihkan ekosistem perairan di sepuluh desa sekitar IWIP.