BERITA UTAMATanggerang

Teror Bom Sekolah Tangsel Minta Tebusan Rp499 Juta

×

Teror Bom Sekolah Tangsel Minta Tebusan Rp499 Juta

Sebarkan artikel ini
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwan menjawab awak media soal terorisme bom pada dua sekolah internasional, Rabu (8/10/2025). (Foto: RRI/Saadatuddaraen)

Tangerang – Pelaku teror bom palsu pada dua sekolah internasional di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta tebusan Rp499 juta. Polisipun saat ini tengah memburunya.

Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil Sahril mengatakan polisi memburu pelaku teror ke dua sekolah internasional di Tangsel. Pelaku disebut mengirimkan ancaman dan permintaan tebusan USD 30 ribu atau sekitar Rp499 juta lewat pesan WhatsApp dan e-mail ke pihak sekolah.

Dia menyebut permintaan tebusan uang itu diketahui berdasarkan pesan yang dikirimkan kepada masing-masing pengelola sekolah internasional. “Pesan ini untuk semua orang, kita telah memasang bom disekolah kalian,” ucap Agil menirukan pesan dari pelaku, Rabu (8/10/2025).

Agil melanjutkan kalimat pesan itu bahwa bom tersebut mulai dalam 45 menit. Bila kamu tidak setuju untuk membayar kami senilai USD 30.000 ke alamat bitcoin
kami. Peneror bom tersebut menggunakan kode nomor telepon +234 dan mengancam bakal meledakkan bom bila tuntutannya tidak terpenuhi.

“Bila kamu tidak mengirimkan uang tersebut, kami akan segera meledakkan perangkat itu. Telepon polisi kami akan meledakkan perangkat di tempat itu,” kata Agil yang terus meniru pesan pelaku.

Diamini Kapolres Tangsel, AKBP Victor Henry Inkiriwan bila ada dua sekolah yang mendapat ancaman tersebut. Yakni, Jakarta Nanyang School Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan Mentari Internasional School (MIS), Kota Tangsel.

Victor menuturkan setelah melakukan pengecekan, polisi menyatakan tak ada bom di dua sekolah itu. “Itu pesan disampaikan ke WhatsApp maupun e-mail ke pihak manajemen kedua sekolah itu,” ucapnya.
Victor mengatakan pesan ancaman itu dikirim ke dua sekolah internasional dengan nomor yang sama. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini.

“Kami melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku yang mengirimkan pesan teror bom ini. Nanti kita akan sampaikan hasilnya,” ujarnya.

Victor mengatakan jajarannya telah menyisir dan memeriksa kondisi keamanan dari dua sekolah internasional tersebut. Hasilnya tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya didua sekolah tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *