AspirasiKota Sofifi

IAGI Malut Minta Kajian Bencana Sofifi Diperkuat

×

IAGI Malut Minta Kajian Bencana Sofifi Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Sejumlah ASN PUPR Maluku Utara, mulai melakukan pembersihan di seputran alun-alun kota Sofifi, Tidore, Malut. (Foto: Halmaherapost)

Ternate – Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara, Abdul Kadir D. Arief, menyoroti belum adanya kajian mendalam terkait kebencanaan di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara. Padahal, wilayah tersebut tergolong rawan bencana, Kamis (9/10/2025).

Hal ini diungkapkan dalam dialog di studio RRI Ternate bertema “Menata Ruang Aman di Jalur Bencana” yang disiarkan secara berjaringan oleh Korwil Nusantara III (Ternate, Tual, Saumlaki, Bula). Dialog ini menghadirkan tiga narasumber utama dari kalangan ahli.

Abdul Kadir menjelaskan di Maluku Utara perlu dimaksimalkan kembali penataan ruang dan perencanaan wilayah yang berbasis pada mitigasi bencana.

“Sudah waktunya kabupaten dan kota di Maluku Utara berpikir dengan prinsip keselamatan. Kita berada di zona yang terancam setiap saat,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh daerah di Malut sudah memiliki dokumen rencana tata ruang dan rencana wilayah. Namun, ia berharap dokumen tersebut tidak hanya bersifat administratif, melainkan berbasis kajian akademik yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Sampai hari ini saya belum menemukan kajian sangat detail tentang kebencanaan di Sofifi. Jika ada, siap berbagi dengan kami,” ujarnya.

Sementara itu, pengurus Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Malut, Taufik, menyatakan bahwa tidak mungkin menghindari bencana jika berada di jalurnya. Yang bisa dilakukan adalah menyusun strategi agar kawasan perkotaan menjadi tangguh terhadap berbagai jenis bencana.

“Misalnya untuk gempa bumi, maka kita harus membangun infrastruktur yang tahan gempa,” katanya.

Senada, Ketua Himpunan Ahli Geofisika (HAGI) Malut, Rohima Wahyu Ningrum, menekankan pentingnya tata ruang berbasis mitigasi. Ia menyebut banyak data penting yang belum tercover, seperti data geofisika yang sangat penting untuk pemetaan rinci khususnya di Kota Ternate.

“Rencana tata ruang harus terintegrasi dengan data-data tersebut agar masyarakat bisa mengetahui jalur aman saat terjadi bencana,” kata Rohima, mengakhiri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *