BERITA UTAMAEkonomi DaerahPerhubungan Malut

Penurunan Tarif Angkutan Udara, Berpengaruh pada Deflasi September 2025

×

Penurunan Tarif Angkutan Udara, Berpengaruh pada Deflasi September 2025

Sebarkan artikel ini
Penurunan tarif angkutan udara menjadi salah satu pemicu Maluku Utara mengalami deflasi pada September 2025. (Foto: Infopublik)

Ternate – Sejumlah komoditas di Maluku Utara tercatat mengalami penurunan harga pada September 2025. Hal tersebut akhirnya menyebabkan Maluku Utara mengalami deflasi pada September 2025.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, sedikitnya ada tiga komoditas memberikan efek deflasi. Di antaranya, komoditas Bawang Merah, Angkutan Udara, dan cabai Rawit.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan, pada September 2025, harga bawang merah mengalami penurunan. Hal tersebut kemudian memberikan efek sekaligus ,menjadi penyumbang utama deflasi di Maluku Utara.

Komoditas pemicu deflasi selanjutnya adalah Tarif Angkutan Udara. Menurut Simon, turunnya harga tiket pesawat beberapa maskapai menyebabkan Maluku Utara mengalami deflasi pada sector ini.

“Penurunan harga tiket pesawat dari Agustus 2025 berlangsung hingga September 2025 untuk beberapa maskapai. Sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya deflasi di Maluku Utara,” kata Simon.

Komoditas terakhir adalah Cabai Rawit. Kata Simon, harga Cabai Rawit masih tercatat turun pada September 2025 dan menyumbang deflasi di Maluku Utara.

Pada bulan September 2025, Provinsi Maluku Utara mengalami deflasi (penurunan harga barang) secara month to month (perbandingan dengan bulan sebelumnya). Nilai deflasi Maluku Utara pada bulan September terhadap Agustus adalah sebesar 0,04 persen.

Sementara secara year on year (perbandingan bulan yang sama pada tahun sebelumnya), Maluku Utara juga mengalami deflasi. Nilai deflasi Maluku Utara pada September 2025 terhadap September 2024 sebesar 0,17 persen.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *