BREAKING NEWSTimur Tengah

Tidak Sekali Kali, Israel Pernah Cegat Armada Bantuan Gaza

×

Tidak Sekali Kali, Israel Pernah Cegat Armada Bantuan Gaza

Sebarkan artikel ini
Sebuah fail kapal misi bantuan ke Gaza, Handala. (Foto: AFP/Fakta)

Gaza – Pasukan Israel mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla. Misi ini merupakan salah satu upaya bantuan laut terbesar untuk Gaza dalam beberapa tahun terakhir.

Flotilla ini sejak awal telah menarik perhatian global karena kapal membawa lebih dari 40 sipil dengan sekitar 500 aktivis dari berbagai negara. Pencegatan terjadi, Rabu (1/10/2025) malam, ketika kapal-kapal itu mendekati Jalur Gaza, dilansir dari Al Jazeera.

Para aktivisme yang berada di dalamnya ditahan dan dibawa ke Israel. Upaya menembus blokade Gaza sebenarnya bukan hal baru.

Sejak tahun 2010, berbagai kapal dan konvoi berulang kali mencoba mengirim bantuan langsung melalui laut. Kasus paling terkenal adalah insiden Mavi Marmara, kapal Turki yang menjadi bagian dari Gaza Freedom Flotilla pada tahun 2010.

Dalam kejadian tersebut, pasukan komando Israel melintasi kapal di perairan internasional dan bentrokan pun pecah, merusak 10 aktivisme. Kejadian ini memicu kecaman global dan merusak hubungan diplomatik antara Israel dan Turki.

Tiga tahun kemudian, Israel meminta maaf atas “kesalahan operasional”, meskipun perundingan pemulihan masih terus berlangsung hingga kini. Para prajurit dan pejabat Israel yang terlibat bahkan diadili secara in absensia di Turki dengan tuduhan kejahatan perang.

Antara 2011 hingga 2018, beberapa armada yang lebih kecil juga mencoba menembus blokade. Namun, Israel biasanya mengalihkan kapal-kapal tersebut ke pelabuhan Ashdod, menahan para aktivis, dan menyita kargo mereka.

Pada tahun 2018, sejumlah aktivis dilaporkan mengalami kekerasan, termasuk disetrum dan dipukul oleh pasukan Israel. Meski berulang kali digagalkan, upaya flotilla tidak berhenti.

Pada tahun 2024 dan 2025, kelompok aktivis kembali mengorganisir misi serupa. Salah satunya adalah kapal Madleen yang berlayar dari Catania, Sisilia, pada Juni 2025.

Kapal tersebut membawa makanan, obat-obatan, susu bayi, dan berbagai kebutuhan pokok dan mengangkut sejumlah aktivis, termasuk Greta Thunberg. Namun, pada tanggal 9 Juni dini hari, pasukan laut Israel mencegat dan menaiki Madleen di perairan internasional.

Mereka menggunakan semprotan zat kimia iritan sebelum merebut kapal. Sebanyak 12 orang yang berada di kapal ditahan, diproses di Israel, lalu dideportasi.

Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa blokade laut Israel atas Gaza terus menjadi isu internasional yang memicu kontroversi. Komunitas internasional menilai langkah-langkah tersebut melanggar hukum internasional dan melemahkan krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Gaza.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *