Kab Halut

DLH Halut Gelar Bimtek Tingkatkan Kapasitas SDM Laboratorium Sesuai ISO/IEC

×

DLH Halut Gelar Bimtek Tingkatkan Kapasitas SDM Laboratorium Sesuai ISO/IEC

Sebarkan artikel ini
Peserta Bimtek di Hotel Elizabeth, Desa Gura, Tobelo, Selasa (30/9/2025). (Foto: RED/FAKTA)

Halut – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Laboratorium Penguji sesuai standar ISO/IEC 17025:2017, di Hotel Elizabeth, Desa Gura, Tobelo, Selasa (30/9).

Kegiatan ini diikuti para personel laboratorium penguji DLH Halut dengan menghadirkan pemateri dari Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSAR PEDAL) Kementerian Lingkungan Hidup RI, yakni Sufenal Healthy dan Ernawati Nazir.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara, Yudhihart Noya, menekankan bahwa laboratorium penguji memiliki peran vital dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup daerah.

“Selama ini laboratorium kita memang sudah ada, namun masih terbatas pada pengujian parameter dasar. Dengan bimtek ini, kita berharap SDM laboratorium semakin profesional sehingga hasil uji benar-benar valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Noya.

Ia juga mengungkapkan, penguatan laboratorium tidak hanya penting untuk pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan pengujian bagi pihak swasta maupun instansi lain.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang terus memberi dukungan, serta kepada narasumber yang hadir. Laboratorium ini memang masih banyak tantangan, tetapi melalui peningkatan kompetensi SDM, kita bisa melangkah lebih jauh,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu narasumber, Sufenal Healthy, menegaskan pentingnya penerapan standar ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaan laboratorium lingkungan.

“Standar ini tidak hanya bicara soal teknis pengujian, tetapi juga manajemen mutu. Dengan ISO 17025, hasil uji laboratorium akan memiliki legitimasi ilmiah sekaligus kekuatan hukum. Itu sebabnya peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci utama,” ungkapnya.

Sufenal menambahkan bahwa data laboratorium yang akurat akan menjadi dasar pengambilan kebijakan lingkungan di daerah. “Tanpa data yang valid, pemerintah daerah akan kesulitan mengambil tindakan tepat dalam mengendalikan pencemaran, baik air, udara, maupun tanah. Karena itu, laboratorium harus benar-benar siap menjadi pusat data lingkungan,” jelasnya.

Kegiatan bimtek ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2025, dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis, pemahaman manajemen mutu, serta praktik pengujian laboratorium sesuai standar internasional. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *