Ternate – Tradisi Kabata Dutu merupakan nyanyian bersyair berbalas antara dua kelompok saat melakukan kegiatan gotong royong bersama. Tradisi ini banyak dijumpai di wilayah Kota Tidore Kepulauan, serta melekat dalam perhelatan adat masyarakat setempat.
Kabata Dutu bukan sekedar hiburan, melainkan sarana mempererat ikatan sosial dan moral dalam kehidupan komunitas masyarakat Tidore. Tradisi tersebut biasanya dipimpin oleh seorang ketua kelompok atau saihu, yang mengatur mengarahkan syair berbalas pantun tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, menyampaikan tradisi ini kini tercatat resmi. “Kabata Dutu telah masuk dalam daftar ekspresi budaya tradisional yang dilindungi negara,” kata Argap, Selasa (23/9/2025).
Menurut data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kabata Dutu terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal kategori ekspresi budaya. Pencatatan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum agar tradisi khas masyarakat Tidore tidak diklaim oleh pihak lain.
“Manfaat pencatatan ekspresi budaya tradisional adalah pencegahan klaim, sekaligus mendukung pariwisata, ekonomi, serta pelestarian budaya,” ucap Argap. Ia menambahkan, pengakuan ini penting karena tradisi lisan merupakan identitas kolektif masyarakat yang diwariskan lintas generasi.
Argap juga menjelaskan bahwa ekspresi budaya tradisional meliputi karya cipta dalam wujud benda, tak benda, atau kombinasi keduanya. “Bentuknya bisa berupa tari, seni, kerajinan tangan, narasi, atau ekspresi artistik yang merefleksikan budaya,” katanya.
Kabata Dutu sendiri sarat pesan moral yang disampaikan lewat syair pantun berbalas, sesuai tema yang dibawakan masyarakat. Temanya bisa mencakup isu sosial, adat, sejarah, pertanian, hingga persoalan kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir Tidore.
Dengan pencatatan ini, Kabata Dutu tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga potensi ekonomi bagi masyarakat lokal. Pelestarian budaya melalui jalur hukum diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda menjaga jati diri bangsa.