Halsel – Upaya pelestarian bahasa daerah kembali mendapat ruang istimewa. Senin (15/9/2025), Gebyar Bahasa Bacan resmi digelar di Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Hugos Entertaiment Indonesia Maluku Utara dengan mengusung tema “Malar Tasasari Babacang De Kahidupangta ka Cece Lengit italang zaman” yang berarti “Biasakan berbahasa Bacan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak ditelan zaman”.
Ajang kebudayaan ini diramaikan dengan berbagai perlombaan berbasis bahasa Bacan, di antaranya lomba puisi sanjak, bercerita atau mendongeng, pidato, stand up comedy, hingga pertunjukan seni lainnya.
Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana Al-Baqir Sjah, dalam sambutannya mengapresiasi langkah panitia dan komunitas Hugos Entertaiment yang berkomitmen melestarikan bahasa Bacan melalui kegiatan kreatif. Ia menyebut, semangat tersebut sejalan dengan inisiatif sejumlah komunitas dan lembaga pendidikan yang lebih dulu menghidupkan kembali penggunaan bahasa Bacan.
“Saya apresiasi Panitia Hugos yang telah melaksanakan kegiatan penting yang sejatinya sudah dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Halsel, TK Misbahul Aulaad, dan GEMA SUBA,” ujar Sultan.
Lebih jauh, Sultan yang juga cucu dari pahlawan pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan pentingnya menjadikan bahasa sebagai fondasi budaya. “Langkah Komunitas Hugos ini akan menjadi semakin nyata dan kental bila dipertahankan sebagai primadona dasar fondasi budaya, ketimbang aspek lain yang kurang menguntungkan,” ucapnya.
Sambutannya ditutup dengan sebuah titah budaya yang sarat makna: “Sia-gaa yang lale Akar budayana, pasti yambu de nyawa dalama ke bausi nafantal” yang berarti “Siapa saja yang lupa akan akar budaya, maka benang di hati akan ikut terserabut juga.”
Gelaran ini diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas kultural masyarakat Bacan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda dalam melestarikan bahasa daerah di tengah gempuran arus modernisasi.